Tuesday, November 3, 2015

Gunung Megah di Jerman ini Ternyata Merupakan Tumpukan Garam

Garam yang kita ketahui selama ini adalah benda yang digunakan untuk penyedap masakan. Tak enak rasanya jika memasak tanpa diberi garam.

Garam biasa diproduksi di daerah pantai, dengan memanfaatkan air laut yang asin dan mengandung garam, garam dapat diproduksi dari air pantai tersebut. Tapi di Jerman, garam malah ada di daratan dan menumpuk seperti gunung.
Monte Kali dilihat dari kejauhan / fotocommunity.de
Itulah Monte Kali, landmark di kota kecil Heringer, di bagian timur Hesse, Jerman. Landmark itu merupakan tumpukan natrium klorida atau biasa kita kenal dengan garam dapur, yang menjadi produk sampingan dari pertambangan kalium atau potash.

Pada tahun 1903 ketia Wintershall Potash Works dibuka dan melakukan operasinya menambang kalium, dan dari sinilah limbah dari natrium klorida muncul. Konten kalium adalah sebesar 20% dan natrium klorida sebesar 35%. Karena produksi yang sangat banyak, sehingga limbah natrium klorida dibuang di area dekat penambangan.

Pada Januari 2014, gunungan garam ini telah mencapai tinggi 200 meter dari tanah sekitarnya dan meliputi area seluas 93 hektar. Meonte Kali megandung sekitar 188 juta ton garam, dengan 900 ton garam ditambahkan setiap jam atau sekitar 6,4 juta ton garam per tahun.

Masyarakat menyebutnya dengan sebutan "Kalimanjaro", yaitu plesetan dari nama gunung Kilimanjaro di Afrika. "Kali" artinya adalah kalium dan "Manjaro" merupakan plesetan dari gunung Kilimanjaro.

Hingga kini, kurang 10.000 pengunjung telah mendaki gunung garam ini. Memang indah dipandang dari kejauhan, seperti gunung es. Tapi, gunung garam ini telah membuat ekosistem di sekitarnya rusak. Karena garam merembes ke tanah dan membuat tanah dan sungai tercemar.

Memang indah ya readers, tapi bahaya juga bagi ekosistem.
Gunung Megah di Jerman ini Ternyata Merupakan Tumpukan Garam Rating: 4.5 Diposkan Oleh: finances
 

Top