Kumpulan Berita, Gambar, Video dan Info Unik Lucu Terbaru serta Kejadian aneh tapi nyata di Dunia

Tuesday, October 25, 2016

Inilah Alasan Menyedihkan Mengapa Mainan Asal China Harganya Murah!

Kita tahu bahwa di China penduduknya sangat banyak, dengan begitu lapangan pekerjaan yang diperlukan juga harus banyak. Maka tak jarang, orang-orang memilih bekerja di pabrik daripada ia harus menganggur, meskipun bekerja di pabrik tak selalu menyenangkan.

Seorang wartawan asal Jerman bernama Michael Wolf, memiliki cerita mengenai para pegawai pabrik yang membuat mainan berjudul "The Real Toy Story". Wolf mengupas realita kelam dibalik pembuatan mainan anak-anak di China yang merupakan penghasil mainan anak-anak diseluruh dunia sebanyak 75%.

Inilah alasan menyedihkan mengapa mainan asal China harganya murah:
  1. Harga Murah karena Biaya Produksi Murah

    Tenaga kerja dibayar murah / Gambar via slrlounge.com
    Per bulannya, para pegawai pabrik ini dibayar rata-rata Rp 3 juta. Ini merupakan jumlah yang minim di China dan jam kerja mereka lebih banyak dari karyawan biasa. Selain itu juga, mereka tidak diberi tunjangan atau jaminan kesehatan apapun.
  2. Asrama yang tak Layak

    Asrama yang tak layak / Gambar via worldpressphoto.org
    Kebanyakan para pekerja pabrik ini adalah orang dari desa yang merantau ke kota untuk bekerja. Jadilah mereka tidak punya tempat tinggal dan satu-satunya pilihan adalah tinggal di asrama pabrik. Begitu memprihatinkannya, satu kamar dihuni oleh enam orang dengan kondisi kamar mandi yang tidak memadai dan satu kamar mandi digunakan oleh 50 orang.
  3. Karyawan Kurang Istirahat

    Karyawan terlalu lelah karena kurang istirahat / Gambar via diply.com
    Kesejahteraan karyawan tidak diutamakan di sini. Karyawan hanya memiliki waktu istirahat selama 30 menit, itupun tak selalu full 30 menit. Jika urusan makan dan ke toilet sudah selesai, harus segera kembali bekerja. Yang terpenting bagi pabrik adalah produksi sesuai target dan tidak mempedulikan kesejahteraan karyawan. Tak jarang, karyawan tertidur di lantai di sela-sela jam kerja. Halaman selanjutnya
 
Atas