Kumpulan Berita, Gambar, Video dan Info Unik Lucu Terbaru serta Kejadian aneh tapi nyata di Dunia

Thursday, October 27, 2016

Pilek tak Kunjung Sembuh? Waspadalah akan Bahaya Penyakit ini!

Bulan-bulan di akhir tahun di Indonesia adalah musim penghujan. Hampir setiap hari hujan turun, intensitasnya pun bervariasi, ada yang hanya gerimis, hujan ringan, hingga hujan lebat. Meski hujan turun, tentu saja aktivitas sehari-hari masih tetap harus dilakukan, bukan?

Karena cuaca ini, tak sedikit orang yang rentan terserang penyakit, yang paling sering adalah pilek. Pilek bagi sebagian orang mungkin akan disepelekan. Padahal, jika pilek yang terjadi berkepanjangan, bisa jadi menimbulkan penyakit yang serius!
Rinosinusitis / Gambar via sinuwaveblog.com

Penyakit berbahaya karena pilek yang tak kunjung sembuh

Menderita pilek berkepanjangan bisa jadi tanda sinusitis, atau lebih tepatnya adalah rinosinusitis. Dr. Budi Sutikno SpTHT-KL (K), pakar THT dari RSUD dr Soetomo Surabaya, menjelaskan bahwa penyakit ini menyerang mukosa rongga akibat dari rhinovirus (virus penyebab flu) yang masuk ke selaput lendir, inilah mengapa hidung banyak memproduksi ingus.

Ketika ingus bertumpuk, akan terjadi inflamasi yang mengarah pada pembengkakan rongga hidung sehingga hidung jadi tersumbat. Jika dibiarkan saja, maka akan memperparah peradangan sehingga penderita mengalami rinosinusitis kronis atau pilek berkepanjangan.

Selain hidung tersumbat, gangguan lain akan segera bermunculan, seperti bengkak dan rasa nyeri. Rasa sakit seperti ditusuk-tusuk tak hanya di hidung, tapi juga di dahi, pipi, rongga dekat mata, hingga belakang hidung.

Dr. Dendy Hamdali SpTHT-KL, spesialis THT dari Siloam Hospitals Surabaya menilai bahwa penyebab rinosinusitis hampir sama dengan flu, yaitu virus, alergen, dan polip di hidup yang memicunya. Selain menimbulkan inflamasi, ketiganya memberi akses bagi kuman dan bakteri untuk menyerang hidung dan ini berakibat bagi penderita terserang demam.

Selain demam, kuman dan bakteri yang masuk juga membuat warna ingus berubah menjadi hijauh atau kekuningan. Jika dibiarkan lama-lama ingus bisa berbau busuk karena kuman dan bakteri tersebut.

Ini harus segera diobati dengan antibiotik atau obat lainnya. Jika tidak diobati dengan tuntas, maka dapat menyebabkan penyakit kronis dan sewaktu-waktu bisa terjadi lagi ketika penderita mengalami flu.

Yang menjadi perbedaan antara flu dengan rinosinusitis adalah durasinya. Jika flu biasa, dapat sembuh dalam waktu satu minggu. Tapi jika rinosinusitis, penyakitnya lebih dari satu minggu.

Jadi, jika mengalami flu yang tak kunjung sembuh, segera lakukan pengobatan. Bisa juga meminta foto rontgen untuk melihat kondisi rongga hidung dan sinus agar deteksi dapat dilakukan sejak awal. 
 
Atas