Sunday, October 30, 2016

Unik! Inilah Cara Perangi Kemiskinan dengan Lebah!

Kemiskinan adalah masalah negara yang masih sulit untuk diatasi hingga sekarang. Bahkan, di negara maju kemiskinan tidak dapat dihapuskan secara bersih, masih saja ada orang yang hidup di bawah garis standar.

Apalagi di negara-negara dunia ini, ada juga negara yang masih tergolong negara miskin. Mereka kekurangan bahan makanan bahkan air bersih pun sulit mereka dapatkan. Namun, dengan kondisi seperti ini justru para wanita di negara ini mampu bertahan dan mengatasinya dengan lebah. Seperti apa ya?
Sarang lebah / Gambar via buckwheatfarm.com

Para wanita di negara ini perangi kemiskinan dengan lebah!

Meski masa kelaparan melanda, para wanita Kenya harus tetap memberi makan keluarga dan hal ini merupakan beban yang sangat berat bagi mereka. Ini terjadi di Marigat, Baringo, yang berada di wilayah lembah Rift. Kelangkaan makanan dan kemiskinan harus mereka hadapi.

Namun, kelaparna dan kemiskinan yang melanda tidak membuat mereka putus asa. Mereka justru membentuk suatu Kelompok Perempuan Sinyati, dimana Christine Lewatachum adalha wakil ketua kelompok tersebut. Kelompok ini dibentuk bertujuan untuk menghapuskan kelaparan dan kemiskinan di rumah tangga mereka dan yang mereka lakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan memelihara lebah.

Awalnya, bukan lebah yang mereka pelihara tapi ternak seperti sapi dan domba, dimana kehidupan mereka bergantung pada ternak-ternak tersebut. Sayangnya ternak-ternak mereka kerap dicuri hingga mereka putus asa memelihara ternak.

Kemudian muncullah ide untuk memelihara ternak oleh kelompok perempuan ini. Dengan dukungan suami, 14 wanita ini mulai beternak lebah selama enam tahun. Seiring berjalannya waktu, bukan hanya dapat membuat keluarga mereka tidak kelaparan lagi, tapi juga menjadikan para wanita ini sebagai pengusaha lebah yang sukses.

Dari hasil ternak lebah, mereka dapat membuat beberapa produk seperti madu, sarang madu, propolis, royal jelly, serbuk lebah, dan pakaian pelindung dari lebah. Harga yang dipatok pun cukup murah, yaitu untuk madu USD 0,5 sampai USD 5.

Selain produk-produk tersebut, mereka juga membuat lilin dan sabun dari sarang lebah. Lilin dijual dengan harga USD 6 satu kilogram, sabun dijual secara grosir USD 0,5 dan USD 1 per potong. Untuk krim seberat 100 gram dijual seharga USD 2 dan USD 0,5 per botol seberat 50 gram.

Propolis mereka gunakan untuk memproduksi obat yang diberi nama propolis tincture sebagai obat radang sendi, alergi, dan luka. Untuk ukuran 30 mililiter dijual seharga USD 3. Sedangkan pakaian pelindung lebah dijual seharga USD 10.

Hidup mereka kini sungguh berubah. Yang dulunya kelaparan dan miskin, kini mereka dapat memberi makan serta menyekolahkan anak-anaknya dengan layak.

Perjuangan ibu-ibu di Kenya ini dapat menjadi contoh dan pelajaran bagi kita, bahwa dibalik kesusahan pasti ada kemudahan.
Unik! Inilah Cara Perangi Kemiskinan dengan Lebah! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top