Wednesday, November 9, 2016

Bolehkah Memberi Janji Menikah di Kemudian Hari?

Pacaran tidak ada di dalam Islam. Sebelum menikah untuk mengenal calon pasangan, yang terbaik adalah dilakukan ta'aruf. Ta'aruf itu bukan pacaran, melainkan berkenalan dengan cara baik-baik antara kedua calon pasangan.

Sekarang ini, sudah banyak remaja yang sadar akan bahaya pacaran. Tapi sebelum menikah, mereka melakukan komitmen atau janji untuk menikah di masa mendatang tanpa adanya ikatan khitbah atau apapun. Apakah hal ini diperbolehkan?
Berjanji / Gambar via the-open-mind.com

Berjanji untuk menikah di waktu yang akan datang apakah diperbolehkan?

Berjanji untuk menikahi di kemudian hari merugikan pihak wanita. Dengan diberi janji akan dinikahi di waktu kemudian, wanita akan menunggu lelaki tersebut. Sedangkan lelaki bisa saja ia malah berjanji pada wanita lain yang nantinya malah timbul PHP (pemberi harapan palsu).

Tentu ini tidak diinginkan bukan? Jika sudah berniat, mintalah lelaki tersebut untuk melamar pada orang tua. Dengan begitu, lelaki tersebut telah berkomitmen untuk menikahi sang wanita, karena lelaki lain tak ada yang boleh melamar wanita tersebut di kemudian hari.

"Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam melarang seseorang membeli barang yang sedang ditawar (untuk dibeli) oleh saudaranya, dan melarang seseorang meminang wanita yang telah dipinang sampai orang yang meminangnya itu meninggalkannya atau mengizinkannya." (Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Al Bukhari no 5142 dan Muslim no. 1412)

Tapi perlu diingat bahwa melamar bukan berarti calon suami istri ini sudah halal. Melamar intinya untuk menyatakan komitmen dari lelaki kepada wanita bahwa ia berjanji akan menikahi wanita tersebut di kemudian hari.

Wallahu a'lam bishawab.
Bolehkah Memberi Janji Menikah di Kemudian Hari? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top