Friday, November 18, 2016

Hebat! Bukti Sedekah tak Perlu Tunggu Kaya, Tukang Parkir ini Bangun Sekolah untuk Anak Kurang Mampu!

Sedekah adalah memberi dengan ikhlas sejumlah uang atau barang yang berguna bagi orang yang tak mampu. Tak ada yang miskin karena sedekah, bahkan dengan bersedekah akan menjadikan orang tersebut lebih lancar rezekinya. Sebagai perumpamaan, penjumlahan biasa 1+1= 2, tapi di dalam sedekah menjadi 1+1= 4.

Namun sayangnya, kebanyakan orang belum sadar akan kehebatan sedekah. Mereka masih merasa sayang mengeluarkan uang atau barang untuk berbagi pada sesama. Kisah seorang pria asal Jawa Barat ini akan membuatmu terinspirasi bahwa sedekah tak perlu menunggu kaya.
Bang Jack dengan sekolahnya / Gambar via jabar.tribunnews.com

Kisah tukang parkir ini dirikan sekolah untuk anak yang kurang mampu

Bang Jack, itulah nama panggilan dari Undang Suryaman (40). Bang Jack adalah tukang parkir di Universitas Padjajaran, Jatinangor, Kabupaten Sumedang di Fakultas Ilmu Komunikasi sejak tahun 1992. Menjadi tukang parkir di fakultas ini selama 24 tahun membuatnya dikenal banyak mahasiswa, terutama para alumnus Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad.

Sebenarnya, Bang Jack sendiri bukanlah orang yang memiliki pendidikan tinggi. Bahkan, ia adalah salah satu dari anak Indonesia yang dulunya tidak dapat melanjutkan pendidikannya, ia putus sekolah karena tidak memiliki biaya, sehingga tak dapat melanjutkan ke jenjang SMP.

Karena kisahnya ini, ia seolah balas dendam karena tidak dapat menempuh pendidikan. Maka dari itu, ia bertekad untuk membuat TK dan TPA di lingkungan rumahnya. Ia ingin anak-anak generasi penerus ini mendapatkan pendidikan yang layak dan dapat menjadi generasi yang pandai.

Modal awal mendirikan TK dan TPA tersebut hanyalah Rp 300 ribu di tahun 2012. Uang itu ia dapat dari mengumpulkan upahnya sebagai tukang parkir. Awalnya, lokasi belajar TK dan TPA berada di Masjid Raudatul Jannah karena Bang Jack tidak memiliki tempat. Namun di tahun 2015, ia memutuskan untuk mengontrak sebuah bangunan tak jauh dari rumahnya.

Sayangnya, keputusan untuk mengontrak tempat adalah keputusan yang kurang tepat karena Bang Jack tidak dapat membayar sewanya. Akhirnya, ia berbicara pada istri dan mertua untuk memindahkan sekolah di rumah. Satu di rumah mertua, satu lagi di rumah Bang Jack sendiri.

Untuk pendidikan, ia sering bertukar pikiran dengan mahasiswa Unpad. Dari sinilah ia mendapatkan beberapa ilmu dan kawan. Di TK dan TPA yang ia dirikan sudah ada 180 orang, terdiri dari 60 murid TK dan 120 murid TPA. 75% muridnya berasal dari keluarga pas-pasan, dan Bang Jack pun memberikan gratis pendidikan bagi mereka yang tidak mampu.

Pengajar TK berjumlah empat orang, termasuk juga istri Bang Jack. Sedangkan untuk pengajar TPA berjumlah delapan orang yang merupakan murid dari Bang Jack. Bang Jack sendiri mengajar anak-anak membaca Al Qur'an setelah ia pulang dari Unpad.

Sekolah Bang Jack bernama TK Nafilatul Husna Ataullah dan Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) Raudatul Jannah. Lokasinya berada di Kampung Babakan Loa RT 03/12, Desa Rancaekek Kulon, Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Sekarang, sekolah Bang Jack berinduk pada Ikatan Guru Tman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Jawa Barat. Buku bacaan, buku pelajaran, meja, kursi, dan peralatan sekolah banyak yang datang dari bantuan orang-orang. Selain itu, beberapa donatur juga memberikan buku mulai dari buku TK hingga mahasiswa.

Waktu operasional sekolahnya adalah pukul 08-00 sampai 11.00 untuk TK, anak TPA belajar dari pukul 15.00 hingga 17.30, sedangkan untuk mengaji bagi SMP dan SMA pukul 18.30 sampai 20.30. Untuk tempat penyimpanan buku, sudah ratusan buku yang ia simpan di rak hasil buah tangannya sendiri.

Meski kegiatan Bang Jack ini mulia, tapi ia juga menemui suka duka dalam membangun sekolahnya. Para tetangga tak sedikit yang mencibir, yang mengatakan bahwa Bang Jack orang miskin dan tak berpendidikan, tapi mau buka sekolah. Dan dengan cibiran itu tak sedikitpun membuat hati Bang Jack ciut, justru ia semakin semangat dan senang melihat antusias para siswa untuk belajar.

Inilah bukti bahwa untuk berbuat baik dan bersedekah tak perlu menunggu kaya. Dengan keadaan ekonomi pas-pasan pun, Bang Jack yang hanya berprofesi sebagai tukang parkir dapat mendirikan sekolah. Niat dan tujuan dari didirikan sekolah ini juga niat yang mulia.

Semoga, makin banyak orang yang senang untuk bersedekah dan berbuat baik pada sesama.
Hebat! Bukti Sedekah tak Perlu Tunggu Kaya, Tukang Parkir ini Bangun Sekolah untuk Anak Kurang Mampu! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top