Monday, November 14, 2016

Heboh! Kamu tak akan Menyangka bahwa Aturan Unik ini ada di Purwakarta, Jangan Kaget ya!

Salah satu kabupaten yang ada di Jawa Barat ini belakangan menyedot perhatian publik. Tak hanya pesona wisata Purwakarta yang kembali tenar, kesegaran udaranya, serta alam Sunda yang begitu kental masih ada di Purwakarta.

Tak hanya itu, sejak Oktober 2015 Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, memberlakukan peraturan unik. Aturan Bupati Nomor 70 A Tahun 2015 tentang Desa Berbudaya dan beberapa kebijakan baru di tahun 2016.

Peraturan ini dikhususkan bagi para remaja atau anak di bawah umur. Peraturan ini pun bikin geleng-geleng kepala karena uniknya. Apa peraturannya?
Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta / Gambar via id.wikipedia.org
Inilah peraturan di Purwakarta yang bikin geleng-geleng kepala:
  1. Sanksi Bagi Anak di bawah 17 Tahun yang Pacaran

    Pemerintah mensosialisasikan ke setiap orang tua yang memiliki anak remaja di bawah 17 tahun untuk tidak pacaran. Pemerintah ingin agar anak-anak ini mengembangkan potensi dan keahliannya daripada harus memikirkan pacaran dan untuk mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi.
  2. Langgar Aturan Pacaran? Nikahkan Paksa!

    Bagi yang usianya sudah di atas 17 tahun, Bupati memperbolehkan pacaran, asalkan jam pacaran tidak lebih dari pukul 9 malam. Pemerintah telah memasang kamera CCTV di setiap sudut desa. Tak hanya yang pacaran di rumah, tapi juga di jalanan.

    Jika ketahuan untuk pertama kali, maka akan diperingatkan dan dihukum sesuai hukum adat yang berlaku di daerahnya. Tapi jika sudah melanggar sebanyak tiga kali, maka keduanya akan dinikahkan secara paksa.
  3. Semua Guru Dilarang Memberikan PR

    Guru-guru di Purwakarta tidak diperbolehkan memberikan PR yang bersifat akademis bagi siswa. Sebagai gantinya, PR harus bersifat kreatif seperti jika PR untuk matematika, siswa diberi tugas untuk menghitung luas kebunnya sendiri.

    Selain itu, study tour juga dihapuskan karena hal itu seperti membebankan para siswa dan seolah wajib. Biaya yang dikeluarkan pun tak sedikit. Dan siswa yang tidak ikut justru dibebankan dengan tugas yang tidak relevan.
  4. Tenaga Pengajar dan Pejabat Dilarang Berlebihan Menggunakan Sosial Media

    Fenomena curhat atau memasang foto alay di media sosial tak hanya terjadi pada para remaja, namun juga orang dewasa, tak terkecuali para guru dan pejabat pemerintah. Oleh karena itu, Bupati Purwakarta melarang adanya foto alay dan status berupa curhat yang berlebihan di media sosial.
  5. Bagi Seluruh Warga Purwakarta, Wajib Mematikan Lampu di luar Rumah ketika Bulan Purnama

    Purwakarta juga punya peraturan untuk memadamkan lampu ketika bulan purnama. Tujuannya agar masyarakat mulai menghayati alam. Aliran listrik dihimbau untuk dimatikan dari maghrib hingga pukul 9 malam. Yang harus dipadamkan adalah lampu teras, serta penerangan jalan umum di wilayah perkotaan.
Peraturan yang cukup unik ini tegas diterapkan oleh Sang Bupati meski banyak terjadi protes di sana-sini. Dan semua hal ini menimbulkan dampak positif serta negatif. Tapi untuk Pak Dedi, patut diacungi jempol, semua itu dilakukan untuk Purwakarta.
Heboh! Kamu tak akan Menyangka bahwa Aturan Unik ini ada di Purwakarta, Jangan Kaget ya! Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top