Sunday, November 20, 2016

Penjual Roti Bakar Tuna Rungu ini Tuai Pujian, Ada Apa ya?

Manusia diciptakan oleh Allah Ta'ala berbeda-beda. Kehidupan manusia pun sudah digariskan oleh Yang Maha Kuasa, tapi jika manusia ingin mengubah nasibnya tentu saja bisa dengan kerja keras dan do'a.

Menyandang kelainan pada tubuh, seperti tuna rungu dan tuna wicara, memang membuat seseorang menjadi memiliki keterbatasan. Namun, jika fisik masih baik maka tidak ada kendala baginya untuk mengubah nasib, seperti yang dilakukan oleh penjual roti bakar ini.
Ilustrasi roti bakar / Gambar via YouTube Travel Thirsty
Seorang pemuda di Yogyakarta ini adalah penjual roti bakar. Penjual yang tidak diketahui identitasnya ini setiap malamnya berjualan di sekitar jembatan Gajah Wong, Museum Afandi, Jalan Laksda Adisucipto.

Ia menjadi terkenal setelah seorang pengguna Facebook bernama Boby Lamanepa memasang fotonya. Dalam fotonya tersebut, Boby menuliskan, "Salut banget dengan mas ini, dengan segala keterbatasannya dia masih tetap berusaha semampu dia dengan berjualan roti bakar. Semoga dilancarkan usahamu mas! Silahkan yang pengen roti bakar bisa beli roti bakar punya mas ini, roti bakarnya enak kok. Setiap malam lokasi jualannya di sekitaran jembatan Gajah Wong (Museum Afandi, Jalan Laksda Adi Sucipto). Feel free to share."

Apa yang dilakukan penjual roti bakar ini hingga ia tuai pujian dari banyak netizen?

Sejak kemunculan fotonya tersebut, para netizen langsung mengomentari positif apa yang dilakukan penjual roti bakar ini. Mereka salut karena keterbatasan yang dimiliki lelaki ini tidak menyurutkan semangatnya untuk tetap berusaha.

Inilah contoh pekerja keras sejati, yang terpenting fisik masih sehat dan masih bisa berjualan, maka ia akan berjualan.

Yang membuat unik adalah tulisan yang ada pada kaca gerobak jualan lelaki ini, yang berbunyi, "Mohon maaf saya penyandang tuna rungu dan tuna wicara. Kalau anda ingin memesan roti silahkan tulis di buku saja ya. Terimakasih atas kunjungan anda dan saya mohon maaf pelayanan saya kurang di hati pembeli sekalian. Terima kasih."

Kebanyakan orang dengan keterbatasan ini mungkin akan memilih mengemis atau bahkan tidak bekerja sama sekali. Tapi, penjual roti bakar ini tidak ingin hanya meminta, ia ingin berkarya, ingin berusaha. Semangat mudanya masih membara.

Para netizen selain memuji lelaki ini, mereka juga mendo'akan supaya dagangan lelaki ini lancar. Semoga semangat berusaha lelaki ini dapat menjadi inspirasi bagi kita semua ya!
Penjual Roti Bakar Tuna Rungu ini Tuai Pujian, Ada Apa ya? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top