Tuesday, November 29, 2016

Septi Peni, Ibu Rumah Tangga yang Dijuluki Kartini Masa Kini, Apa yang Beliau Lakukan?

Menjadi ibu rumah tangga berarti ia harus mencurahkan seluruh tenaganya untuk merawat keluarga. Terkadang ibu rumah tangga sambil menjalankan usaha sampingan, misalnya warung di depan rumah atau terima pesanan jahit, katering, dan hal lainnya yang ia dapat lakukan.

Kalau ibu rumah tangga masa kini, biasanya daripada menganggur di rumah, mereka melakukan bisnis online. Sekedar menjualkan barang orang lain lewat internet, tak perlu menguras banyak waktu dan masih tetap bisa mengurus keluarga.
Ibu Septi dan suaminya / Gambar via Twitter Septipw
Namun, ibu yang satu ini berbeda. Ia adalah Ibu Septi Peni Wulandani, beliau dikenal sebagai Kartini masa kini. Bukan karena beliau memperjuangkan emansipasi wanita seperti Raden Ajeng Kartini, tapi beliau melakukan hal lain yang tak kalah hebat. Apa yang beliau lakukan ya?

Septi Peni, Sang Kartini Masa Kini

Ibu Septi ini adalah ibu rumah tangga yang profesional. Beliau lah yang menemukan metode hitung jartimatika dan juga beliau seorang yang peduli terhadap nasib ibu-ibu di Indonesia. Yang beliau inginkan adalah wanita harus kembali ke fitrahnya menjadi wanita seutuhnya.

Awalnya, Ibu Septi mendapatkan SK sebagai PNS di usia 20 tahun, bertepatan dengan itu juga beliau dilamar oleh seseorang. Lamaran itu beliau terima dan tak lama beliau langsung menikah. Namun, sang suami ingin ketika mereka sudah menjadi suami istri, suami hanya ingin Ibu Septi mendidik anak-anaknya sendiri. Artinya, beliau harus merelakan jabatannya sebagai PNS hilang begitu saja.

Gelar dari sang suami dan Ibu Septi sendiri tidak digunakan. Mereka justru sering pergi ke kuliah umum di universitas untuk mencari ilmu lebih banyak lagi. Hal ini sempat menjadi protes kedua orang tua, tapi apa boleh buat itu sudah menjadi keputusan mereka berdua.

Pernikahan itu kemudian dikaruniai tiga anak. Ibu Septi dan sang suami tidak menekan anak-anaknya, mereka memberi kebebasan pada anak mereka untuk memilih ingin bersekolah dimana. Ibu Septi memberikan alternatif sekolah favorit A, sekolah alam, dan lain-lain serta ada juga pilihan tidak sekolah. Ketiga anaknya memilih untuk tidak sekolah!

Tidak sekolah bukan berarti tidak menuntut ilmu. Menuntut ilmu itu hukumnya wajib, Allah Ta'ala dan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menyarankan agar umat Islam menuntut ilmu. Tapi, menuntut ilmu tak hanya di sekolah, di luar sekolah pun jika mencari ilmu bisa dikatakan menuntut ilmu.

Metode pengajaran Ibu Septi kepada anak-anaknya dilakukan beda dari sekolah biasa. Beliau mengharuskan anak-anaknya untuk memiliki project yang harus dijalani sejak usia 9 tahun.

Ingin tahu hasil dari anak-anak beliau yang tidak sekolah seperti apa? Bukannya menjadi anak malas dan tidak peduli pada pendidikan, anak-anak Ibu Septi justru menjadi anak-anak yang hebat.

Si sulung Enes, sangat peduli terhadap lingkungan dan memiliki banyak project tentang lingkungan. Ia memperoleh penghargaan Ashoka dan masuk koran berkali-kali. Kini ia berusia 17 tahun dan sedang menyelesaikan studi S1nya di Singapura. Lulus SMP langsung kuliah tanpa ijazah. Hanya modal presentasi dan membiayai kuliahnya sendiri dengan cara menjadi financial analyst.

Anak ke dua, Ara, ia sangat senang terhadap susu, bahkan bisa dibilang tidak bisa hidup tanpa susu. Oleh karena cintanya terhadap susu, di usia 10 tahun ia menjadi pebisnis sapi bahkan ia mengelola 5.000 ekor sapi! Bisnisnya ini juga turut membantu suatu desa loh!

Dan yang terakhir Elan, si bungsu ini sangat mencintai robot. Ia menciptakan robot dari sampah dan ia percaya bahwa anak Indonesia dapat menciptakan robotnya sendiri. Kini ia tengah mencari investor dan terus berkampanye untuk inovasi robotnya.

Dari pengalaman Ibu Septi ini kita bisa tahu bahwa untuk sukses tak hanya berasal dari suatu kalangan tertentu atau tak hanya dari mereka yang mengenyam pendidikan di tempat favorit. Tapi dari didikan keluargalah, seorang anak dapat meraih kesuksesan.
Septi Peni, Ibu Rumah Tangga yang Dijuluki Kartini Masa Kini, Apa yang Beliau Lakukan? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top