Saturday, December 3, 2016

Apakah Cinta Bisa Mengobati Sakit dan Nyeri secara Ilmiah?

Anak-anak zaman sekarang seringkali menggunakan istilah "galau". Galau yang mereka maksud kebanyakan adalah dikarenakan hubungan percintaan mereka. Atau mereka juga galau karena belum memiliki pasangan.

Mereka beranggapan bahwa ketika memiliki pasangan yang dicintai, mereka akan merasa senang. Kegalauan di hati ini dapat hilang. Dan benarkah cinta dapat mengobati sakit dan nyeri secara ilmiah?
Cinta dan kesehatan / Gambar via blog.designingyourlifetoday.com

Sakit dan nyeri dapat diobati dengan cinta secara ilmiah

Sebuah studi menemukan bahwa perasaan cinta yang menghasilkan hormon cinta memiliki manfaat untuk meredakan rasa nyeri seperti pereda nyeri pada obat. Beberapa hormon yang dihasilkan tubuh ketika jatuh cinta antara lain dopamin, endorfin, dan oksitosin.

Dopamin akan meningkat seiring dengan meningkatnya rasa cinta yang ada di dalam hati. Namun, akan berkurang ketika sudah menjalin hubungan yang lama. Itulah mengapa cinta dapat memudar seiring berjalannya waktu. Untuk itu harus selalu dipupuk supaya rasa cinta tetap terpelihara.

Selain itu ada endorfin yang fungsinya hampir sama dengan dopamin, namun oksitosin berbeda. Hormon endorfin ini yang membuat adanya rasa percaya, empati, dan kedekatan dengan pasangan saat jatuh cinta.

Oksitosin yang dihasilkan ketika jatuh cinta berperan penting dalam mengatasi nyeri. Ini merupakan penekanan alami pada bagian nyeri langsung dari tubuh yang diperintahkan oleh otak ketika menerima rangsangan sakit yang alami. leh karena itu, seseorang dapat menahan rasa sakit dan nyeri.

Jadi, terbukti bahwa cinta dapat mengobati rasa sakit dan nyeri karena hormon-hormon yang dihasilkan.
Apakah Cinta Bisa Mengobati Sakit dan Nyeri secara Ilmiah? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top