Sunday, December 4, 2016

Bagaimana Shafnya ketika Anak ikut Sholat?

Seringkali anak-anak ingin ikut orang tuanya untuk pergi ke masjid melaksanakan sholat, atau tak jarang juga orang tua sengaja mengajak anak untuk pergi ke masjid agar anak terbiasa menjalankan ibadah di masjid.

Ketika anak-anak di masjid dan bertemu dengan anak sebayanya, tentu mereka kemudian akan berkumpul. Hal ini akan menyebabkan ramai di masjid. Oleh karena itu mereka harus dishafkan dengan diapit atau didekat orang dewasa yang ia segani.
Anak sholat / Gambar via YouTube Albanian Muslim Dandenong Australia

Lalu bagaimana jika anak berdiri di shaf pertama, apakah sholat di shaf orang dewasa akan terputus karena hal itu?

Berdasarkan hal ini, Ust. K.H. Imtihan Asy-Syafi'iy - Mudir Makhad Ali An-Nuur menyatakan bahwa banyak hadits shahih mengenai hal ini. Shaf pertama memiliki tanggung jawab mengingatkan jika imam lupa akan gerakan atau bacaan sholat, dan menggantikan imam ketika imam batal.

Namun, jika anak kecil tersebut sudah dapat mengerjakan sholat dengan benar, maka jangan ia disuruh pindah ketika menempati shaf depan. Jika masih dalam tahap belajar, sebaiknya tidak berdiri di shaf pertama.

Beberapa ulama membolehkan anak kecil yang sudah dapat mengerjakan sholat dengan benar untuk berdiri di mana saja. Hal ini didasarkan pada kisah Sahabat Amru bin Salamah yang menjadi imam di usia 7 tahun.

Sedangkan Imam Ahmad dan Ibnu Qudamah beranggapan bahwa anak-anak harus dibariskan di shaf belakang, meski mereka berdiri bersama laki-laki dewasa, maka sholat seluruh jamaah tetap sah.

Wallahu a'lam bishawwab.
Bagaimana Shafnya ketika Anak ikut Sholat? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top