Friday, December 23, 2016

Inilah Pohon yang Terkenal karena Film, Seni, Sastra, dan Musik

Pohon termasuk juga dalam kelompok makhluk hidup, yang mana keberadaannya sangat penting bagi kehidupan. Pohon menyediakan oksigen yang baik bagi manusia. Bayangkan jika tidak ada pohon, bumi akan panas, polusi tidak akan terserap, dan kekeringan melanda seluruh negeri! 

Ternyata, pohon pun dapat terkenal loh! Mereka terkenal melalui film, musik, seni, dan sastra yang melibatkan pohon tersebut. Penasaran pohon apa saja?

Inilah pohon yang terkenal karena film, seni, musik, dan sastra:
  1. Pohon Shawshank

    Di tahun 1994 ada sebuah film klasik yang melibatkan sebuah pohon ek putih, yaitu The Shawshank Redemption. Pohon ek putih tersebut menjadi lokasi pembuatan film ber-rating tinggi ini.
    Pohon Shawshank / Gambar via slate.com
    Karena menariknya pohon ini, sebanyak 35.000 pengunjung datang ke area pohon ini berdiri setiap tahunnya dan pohon ek ini disebut sebagai pohon paling ikonik di sejarah perfilman. Namun, pada Juli 2016 pohon ini tumbang karena angin kencang.

  2. Whomping Willow

    Para penggemar Harry Potter tentu sudah tidak asing lagi dengan nama Whomping Willow, bukan? Whomping Willow adalah pohon beech purba yang dikenal sebagai Queen Beach, dekat Hertfordshire, Britania Raya.
    Whomping Willow / Gambar via giphy.com
    Pohon yang berusia kurang lebih 400 tahun tersebut muncul di film Harry Potter: The Prisoner of Azkaban pada tahun 2004. Pohon ini juga dicatat oleh naturalis Richard Mabey dalam bukunya Beechcombings, yang juga diadopsi pada tahun 1988 sebagai kampanye konservasi nasional sebagai lambang untuk melindungi pohon purba.

  3. Sycamore Gap
    Sycamore Gap / Gambar via tripadvisor.co.uk
    Pohon yang terletak di Taman Nasional Northumberland Inggris ini sebenarnya memang hanya pohon biasa. Pohon yang berdiri diantara dua bukit di sebelah Tembok Hadrianus ini menjadi terkenal ketika muncul dalam film Robin Hood: Prince of Thieves tahun 1991 dan mulai saat itu dijuluki The Robin Hood Tree.

  4. Joshua Tree

    Band asal Irlandia bernama U2 di tahun 1986 tengah merilis album ke-5 mereka. Judul sementara adalah The Desert Songs karena terinspirasi dari geografi gurun Amerika. Kemudian, mereka meminta fotografer mereka untuk mencari lokasi pengambilan gambar untuk album tersebut di Amerika Serikat.
    Pohon Joshua / Gambar via en.wikipedia.org
    Kemudian di suatu sore setelah pengambilan gambar selesai, sang fotografer memberitahu mengenai pohon Joshua yang bentuknya berlika-liku dengan batang yang kuat.

    Di hari berikutnya, mereka pergi ke gurun tersebut dan menemukan pohon Joshua kemudian mereka berfoto di sana selama sekitar 20 menit untuk menjadikan foto tersebut sebagai sampul album.

    Hal itu membuat para fans penasaran dan menjadikan pohon serta band U2 semakin terkenal. Namun, pohon yang diperkirakan berusia 200 ini harus tumbang pada Oktober 2000.

  5. Anne Frank Tree
    Pohon Anne Frank / Gambar via nytimes.com
    Sebuah buku terkenal di abad 20, The Diary of Anne Frank, mengisahkan tentang Anne Frank dan keluarganya yang menghabiskan 2 tahun lamanya untuk bersembunyi di masa pendudukan Nazi di Belanda. Ada sebuah pohon Berangan besar di dekatnya. Namun di tahun 2010, angin besar menumbangkan pohon legendaris itu ketika usianya hampir menginjak 170 tahun.

  6. Ghost Gum Tree

    Ada sebuah pohon dari Australia Tengah yang sangat terkenal karena diabadikan dalam lukisan. Pohon ini adalah Corymbia aparrerinja atau yang biasa dikenal dengan Ghost Gum. Pohon yang dapat tumbuh setinggi 20 meter ini bertekstur lembut dan berwarna putih. 
    Ghost gum tree / Gambar via nationalregisterofbigtrees.com.au
    Menjadi terkenal ketika dilukis oleh seniman aborigin bernama Albert Namatjira dan menjadi lukisan yang banyak dipajang di rumah-rumah penduduk Australia.
Sebenarnya, semua pohon itu istimewa karena perannya dalam menjaga keseimbangan bumi. Jadi, rawatlah pohon dan jaga jangan sampai punah.
Inilah Pohon yang Terkenal karena Film, Seni, Sastra, dan Musik Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top