Sunday, December 18, 2016

Kecerdasan Emosional, Seberapa Pentingkah bagi Anak?

Para orang tua beranggapan bahwa anak yang pandai secara akademik atau memiliki Intelligence Question (IQ) tinggi pasti akan sukses dalam berkarier. Pada kenyataannya, mereka yang sangat pandai pun bisa saja tidak meraih kesuksesan dalam berkarier, dan justru mereka yang ada di bawah anak ini dapat menduduki jabatan strategis di perusahaan.

IQ bukanlah tolok ukur kesuksesan seseorang. Ada faktor lain yang juga menentukan, yaitu Emotional Intelligence (EI). IQ hanya menyumbangkan sekitar 20% untuk keberhasilan seseorang, sisanya 80% dari faktor lain yang salah satunya adalah kecerdasarn emosional.
Emosi anak / Gambar via childrensmd.org
Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk tak hanya mengasak IQ anak saja, tapi juga EI anak. Melatih EI bertujuan agar anak memiliki EI yang semakin berkembang, baik untuk dirinya dan karier di masa depan.

Inilah cara melatih EI pada anak:
  1. Jangan Mengkritik dan Membandingkan Kemampuan Anak

    Terkadang orang tua merasa iri dengan anak lain yang lebih baik dari anak sendiri. Oleh karena itu, muncul perbuatan membanding-bandingkan anak dengan anak lain. Padahal, dengan membandingkan anak akan membuat anak kurang percaya diri.

    Ketauhilah bahwa setiap anak memiliki keunikan masing-masing. Lebih baik, galilah potensi tersembunyi pada anak daripada hanya membandigkan anak dengan orang lain.
  2. Membangun Hubungan Dekat antara Orang Tua dan Anak

    Hubungan dekat antara orang tua dan anak bisa menjadi awal dari pembentukan karakter serta kecerdasan anak. Semakin anak tumbuh, maka ikatan emosional juga semakin erat dan dapat menjauhkan anak dari krisis kasih sayang.
  3. Jangan Bertengkar di Hadapan Anak

    Bila ada masalah, jangan sampai bertengkar di hadapan anak. Anak yang jarang melihat pertengkaran otomatis membuat pikirannya lebih tenang. Ia akan dapat mengontrol emosinya dan akhirnya ia dapat tumbuh menjadi anak yang membawa keharmonisan di lingkungannya.
  4. Luangkan Lebih Banyak Waktu untuk Anak

    Sesibuk apapun orang tua, jangan sampai lupa terhadap anak. Luangkan waktu dengan anak setiap harinya, sekedar bercerita, makan bersama, atau menemaninya tidur. Dengan begitu, kecerdasan emosi anak akan tumbuh.
  5. Dengarkan setiap Keluh Kesah Anak dengan Empati

    Ketika anak menghadapi masalah, sebagai orang tua sebaiknya mendengarkan masalahnya. Lihat dari sudut pandang si anak. Beri ia masukan yang menenangkan.
Itulah pentingnya kecerdasan emosional bagi anak yang dapat diasah dari perlakuan orang tua terhadap anak.
Kecerdasan Emosional, Seberapa Pentingkah bagi Anak? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top