Friday, June 23, 2017

Apakah Islam Membolehkan Berbelanja secara Berlebihan?

Berbelanja merupakan hal yang menyenangkan, apalagi jika kita sudah sengaja mengalokasikan sejumlah uang untuk berbelanja. Banyak barang yang diinginkan dibeli, bahkan terkadang yang tidak direncanakan dibeli ikut dibeli karena tertarik dengan modelnya.

Terlebih sekarang ini ada kemudahan berbelanja secara online. Orang bisa dengan mudah memilih dan membeli barang yang mereka inginkan. Terkadang ada juga yang sampai kelewat batas hingga rela berhutang demi memuaskan keinginan berbelanja. Lalu apakah Islam membolehkan hal yang demikian?
Belanja / Gambar via firsttoknow.com

Apakah Islam membolehkan berbelanja secara berlebihan?

Dalam laman resminya, Syekh Yusuf Al Qardhawi menyebutkan bahwa sikap rakus belanja dan menghabiskan uang sangat dikecam dalam Islam. Hukumnya jelas haram meskipun uang tersebut adalah hasil keringatnya sendiri.

Karena di dalam Islam, harta bukan sepenuhnya milik pribadi, tapi merupakan titipan Allah Ta'ala dan ada hak orang lain di sebagian harta itu.

Dalam Al Qur'an Surat An Nisaa' ayat 5, Allah Ta'ala berfirman, "Dan janganlah kamu serahkan kepada orang-orang yang belum sempurna akalnya, harta (mereka yang ada dalam kekuasaanmu) yang dijadikan Allah Ta'ala sebagai pokok kehidupan."

Ketua Perhimpunan Ulama se-Dunia, Qardhawi, mengatakan bahwa hal tersebut bukan berarti Islam melarang berbelanja. Namun, menekankan pada pentingnya prinsip wasathiyah atau keseimbangan.

Hal ini berarti belanja boleh saja, asalkan tidak berlebihan dan tidak juga terlalu irit hingga menyusahkan diri sendiri.

Menurut Qardhawi, takaran belanja berlebihan adalah pengalokasian dana untuk membeli barang yang terlampau mewah dan kurang dari segi kegunaannya. Misalnya membeli aksesori berbahan emas, perak, intan, permata, hanya untuk perabotan rumah tangga.

Belanja berlebihan masuk ke dalam kategori tabzir yang dilarang, sedangkan irit adalah kikir. Tidak terlalu boros dan tidak terlalu irit adalah keutamaan.

Sikap berlebihan dalam berbelanja tidak disukai Allah Ta'ala, karena hal tersebut dapat mendorong seseorang untuk mendapatkan rezeki dengan cara apapun, termasuk menempuh jalan haram.

Oleh karena itu, janganlah berbelanja berlebihan. Seperti momen mendekati lebaran seperti saat ini, semua orang menginginkan pakaian baru untuk menyambut hari raya. Memang baik mengenakan pakaian yang baik ketika hari raya, tapi baik bukan berarti harus baru. Kenakanlah pakaian baik meskipun bukan baru, hal ini juga untuk menghindari sifat berlebihan.
Apakah Islam Membolehkan Berbelanja secara Berlebihan? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top