Wednesday, June 28, 2017

Mengapa Bacaan Sholat Dzuhur dan Ashar Dipelankan?

Sebagai umat Islam, sholat adalah perkara wajib yang harus dilaksanakan. Tak peduli kondisi kita seperti apa, dimana kita berada, dan aktivitas apa yang kita lakukan, sholat tetap harus dilaksanakan.

Sholat yang baik adalah sholat yang dilaksanakan secara berjamaah. Bahkan sholat berjamaah berpahala 27 derajat daripada sholat sendiri. Dan pasti kamu pernah bertanya, mengapa ketika sholat berjamaah pada saat dzuhur dan ashar bacaannya dipelankan tidak seperti subuh, magrib, dan isya'?
Sholat berjamaah / Gambar via readthespirit.com

Inilah jawaban mengapa bacaan sholat dzuhur dan ashar dipelankan

Mengenai bacaan sholat dzuhur dan ashar yang dipelankan, hal ini bukanlah persoalan wajib atau sunnah, melainkan lebih pada boleh atau tidaknya dalam pelaksanaannya. Hal ini dilandaskan pada firman Allah Ta'ala pada Al Qur'an surat Al Isra ayat 110.

"Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam sholatmu dan jangan pula merendahkannya, dan carilah jalan tengah antara keduanya." (Al Isra 110)

Ayat tersebut turun ketika ada masalah pada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam di Mekkah. Saat itu, beliau melaksanakan sholat berjamaah bersama para sahabat. Beliau mengeraskan bacaan sholat agar para jamaah dapat mendengarnya.

Namun, kamu musyrikin Mekkah yang mendengarnya malah mencaci bacaan beliau, mencaci Dzat yang menurunkannya, dan mencaci pula yang menyampaikannya (Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam).

Tetapi Allah Ta'ala juga menyampaikan "dan jangan pula merendahkannya" sehingga bacaan mesti tetap terdengar oleh sahabat yang ada di barisan shaff pertama. Oleh karena itu, Allah Ta'ala melanjutkan dengan "dan carilah jalan tengah antara keduanya".

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa ketika sudah berhijrah ke Madinah, perintah tersebut gugur. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam boleh melakukan yang beliau kehendaki antara keduanya. Dari keterangan tersebut, Allah Ta'ala memerintahkan agar tidak mengeraskan bacaan saat siang hari (sholat dzuhur dan ashar) agar tidak menjadi celaan bagi musyrikin.

Untuk bacaan sholat magrib, isya, dan subuh dapat dizhahirkan. Hukum mengenai hal ini telah dijelaskan dalam shahih muslim, Abu Hurairah memberitahukan tentang keadaan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam saat sholat.

"Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam pernah sholat bersama kami. Pada sholat dzuhur dan ashar, beliau membaca Al Fatihah dan dua surat pada rakaat pertama. Sesekali beliau memperdengarkan ayat yang beliau baca. Beliau memanjangkan bacaan pada rakaat pertama dari sholat dzuhur dan memendekkannya pada rakaat kedua. Begitu juga sholat subuh."

Dari keterangan tersebut, pada kalimat "Sesekali beliau memperdengarkan ayat yang beliau baca" bahwa adanya kebolehan mengeraskan (jahar) atau memelankan (sirr) bacaan, bukan menjadi syarat sah dalam sholat.

Semoga hal tersebut dapat menambah wawasan dan pengetahuan agama kita. Aamiin.
Mengapa Bacaan Sholat Dzuhur dan Ashar Dipelankan? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Ratih April
 

Top