Wednesday, July 19, 2017

4 Hal yang Menyebabkan Seseorang Menjadi Pelaku Bully

Beberapa minggu ini santer tersiar kabar tentang pembullyan, baik di tv maupun internet. Tentu ini bukan masalah sepele, namun benar-benar harus mendapat perhatian khusus dan ditangani dengan baik. Karena akibat pembullyan bisa membekas seumur hidup dan hal itu tentu sangat mengganggu.

Bully dalam bahasa indonesia berarti perundungan, dengan asal katanya adalah rundung. Perundungan adalah suatu perlakuan yang mengganggu, terus-terusan mengusik dan menyusahkan. Lantas, apa penyebab seseorang melakukan aksi bully?
Ilustrasi bullying / gambar via aceofgeeks.net

4 Penyebab seseorang menjadi pelaku bully :

  1. Contoh dari orang tua

    Buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Itulah perumpamaan yang tepat untuk menggambarkan perilaku anak dan orang tuanya. Disadari atau tidak, secara otomatis anak akan meniru perbuatan orang tuanya.

    Oleh karena itu, orang tua harus selalu memberi contoh yang baik, berbuat yang baik, terlebih ketika di rumah. Anak yang berada di keluarga yang bermasalah, seperti orang tua yang sering bertengkar, bahkan hingga melakukan aksi kekerasan pada anak, akan berpotensi membuat anak menjadi pelaku bully.

    Hal ini terjadi karena adanya perasaan tertekan pada anak. Sehingga si anak mencari pelampiasan kepada orang lain tentang apa yang ia rasakan, dan terjadilah pembullyan.
  2. Faktor lingkungan

    Setelah dari orang tua, faktor lingkungan juga menjadi penyebab seseorang menjadi pelaku bully. Hal ini terjadi ketika seseorang terus merasa terpojok dalam lingkungan sekitarnya. Selain itu juga tempat nongkrong anak, jika anak suka nongkrong dengan orang-orang yang suka melakukan pembullyan, maka lambat laun anak juga akan menjadi seorang pembully.
  3. Merasa diri lebih unggul

    Rasa unggul yang berlebih dalam diri seseorang dapat menyebabkan ia memandang remeh dan rendah orang lain. Dari sinilah pembullyan tercipta. Faktor psikologis seperti ini haruslah diorganisir dengan baik, sehingga tidak memicu terjadinya pembullyan.
  4. Kurang empati

    Kurang atau bahkan tidak adanya rasa empati dalam diri seseorang akan membuat si pelaku bully tak pernah tahu rasanya menjadi korban pembullyan. Oleh karena itu, perlu adanya penanaman rasa empati pada anak sedari dini. Tak hanya di sekolah, rumah pun merupakan tempat ideal untuk menanamkan rasa empati pada anak. Para orang tua harus benar-benar memperhatikan ini sedini mungkin.
Itulah empat hal yang berpotensi merubah seseorang menjadi pelaku pembully. Mari kita antisipasi bersama. Awasi dengan benar anak kita., perlakukan lemah lembut dan berikan yang terbaik.
4 Hal yang Menyebabkan Seseorang Menjadi Pelaku Bully Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown
 

Top