Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Tuesday, September 5, 2017

Selagi Masih Bulan Dzulhijjah, Yuk Lakukan Amalan dan Keutamaannya

Selain bulan Ramadhan, bulan Dzulhijjah juga merupakan bulan mulia. Di bulan Dzulhijjah, ada berbagai amalan mulai yang dapat kita laksanakan.

Amalan ini insyaAllah dapat kita jalankan tanpa harus terbebani. Lalu, apa saja amalan utama bulan Dzulhijjah itu?
Qurban / Gambar via dailysabah.com
Inilah Amalan dan Keutamaan Bulan Dzulhijjah yang dapat Kita Laksanakan
  1. Puasa

    Disunnahkah pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah kita melakukan puasa. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam mendorong kita untuk beramal sholeh dan puasa merupakan sebaik-baik amalan sholeh.

    "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah, pada hari 'Asyura' (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya." (HR. Abu Dawud)
  2. Takbir dan Dzikir

    Amalan sholeh selanjutnya adalah bertakbir, bertahlil, bertasbih, bertahmid, beristighfar, dan memperbanyak do'a. Selain itu, disunnahkan untuk mengeraskan suara ketika bertakbir di pasar, jalan-jalan, masjid, dan tempat lainnya.
  3. Menunaikan Haji dan Umroh

    Bagi yang mampu, bulan Dzulhijjah adalah bulan yang tepat untuk melaksanakan ibadah haji dan umroh ke Tanah Suci Mekkah.
  4. Memperbanyak Amalan Sholeh

    Amalan sholeh bisa dilakukan dengan cara memperbanyak ibadah sunnah, sedekah, berdzikir, dan amalan baik lainnya.
  5. Berqurban

    Pada tanggal 10 Dzulhijjah dan hari tasyriq, disunnahkan untuk berqurban sebagaimana diajarkan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam.
  6. Bertaubat

    Jika kita sudah mengamalkan berbagai amalan sholeh, hendaknya kita bertaubat dari segala kesalahan kita.
"Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah Ta'ala melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari - hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah)." Para sahabat bertanya: "Tidak pula jihad di jalan Allah Ta'ala?" Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam menjawab, "Tidak pula jihad di jalan Allah Ta'ala, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun." (HR. Tirmidzi)

close