Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Friday, September 29, 2017

Tak Pernah Melupakan Sholat, Kehidupan Tukang Becak ini Berubah Drastis!

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Roda kehidupan terus berputar, terkadang seseorang ada di atas, terkadang ada di bawah. Kapan kita akan di atas dan kapan akan di bawah pun tak ada yang tahu. Hanya Allah Ta'ala yang mengetahui semuanya.

Jika Allah Ta'ala sudah berkehendak, maka tak ada yang tak mungkin terjadi. Bahkan, hal yang sepertinya mustahil pun bagi Allah Ta'ala mudah untuk diwujudkan. Sebagai manusia, hanya berjuang, berdo'a dan bertakwa pada Allah Ta'ala yang dapat kita lakukan. Seperti kisah inspiratif ini.
Ilustrasi / Gambar via townvibe.com

Tak Pernah Melupakan Sholat, Kehidupan Tukang Becak ini Berubah Drastis!

Dialah Sarkani, warga Jalan Perintis 1 Perumnas Sako Palembang yang usianya kini sudah 59 tahun. Menjadi seorang tukang becak membuatnya harus tertatih-tatih melawan tuntutan kehidupan.

Istri Sarkani, Rasnawati, yang juga berusia 59 tahun adalah seorang penjual sayur di pasar Perumnas Sako. Sebelumnya, tak pernah terlintas di benak Sarkani untuk bisa merubah roda kehidupan. Namun, ia tak putus asa, ia selalu bersyukur atas apa yang Allah Ta'ala berikan kepadanya.

"Nikmat kesehatan itu saja sudah sangat berharga sekali bagi kita semua," ungkat Sarkani.

Kemudian, atas permintaan sang istri, Sarkani tidak lagi menarik becak melainkan ikut sang istri berjualan sayur di pasar. Rasnawati memiliki jiwa berdagang yang baik, oleh karenanya jualan sayuran di pasar membantu perekonomian keluarga mereka.

Perjuangan keras pasangan suami istri ini seperti dilihat oleh Sang Maha Pencipta.

"Dulu, untuk makan saja susah, apalagi keperluan lainnya. Saat itu ekonomi keluarga sedang susah, hasil penjualan dan narik becak harus dibagi-bagi untuk makan dan sewa rumah. Sekarang alhamdulilah ekonomi keluarga menjadi lebih baik."

"Di sela-sela berjualan, ketika seruan adzan memanggil, kita harus memenuhi penggilan tersebut," lanjut Sarkani.

Buah ketekunan mereka akhirnya terlihat setelah 30 tahun berjualan sayuran. Kini Sarkani dan sang istri telah melaksanakan rukun Islam yang ke-5, yaitu ibadah haji.

"Tetap sabar saja dalam bekerja, fokus dan jangan tinggalkan sholat wajib 5 waktu, sesibuk apapun kita harus tetap mengingat Allah Ta'ala," ungkat Sarkani.

Meski Sarkani dan keluarga tinggal di dalam rumah sewa yang kurang baik, namun Sarkani dan sang istri tetap yakin menabung untuk naik haji. Baginya, yang terpenting adalah naik haji dulu, rumah adalah urusan dunia dan dapat diurus belakangan.

Akhirnya tabungan mereka terkumpul dan mereka siap untuk berangkat ibadah haji. Sepulangnya dari ibadah haji, Rasnawati merasakan rezekinya lebih lancar. Hatinya pun merasa lebih tenang, dan anak-anaknya pun dapat ia sekolahkan hingga perguruan tinggi.

Kini, Sarkani dan keluarganya telah diangkat derajatnya oleh Allah Ta'ala. Anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi, rumahnya kini adalah rumah pribadi yang berdinding tembok kokoh, lengkap dengan halaman yang luas serta kendaraan roda dua dan roda empat.

Perjalanan hidup Sarkani dan keluarganya begitu keras. Kuncinya adalah selalu tetap bersyukur atas apa yang Allah Ta'ala berikan, jangan tinggalkan sholat wajib, rezeki sudah diatur oleh Allah Ta'ala.

close