Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Wednesday, November 29, 2017

Hati-hati! Inilah Bahaya Cat Bagi Anak-anak!

Cat adalah salah satu bahan pewarna yang digunakan untuk mewarnai tembok. Kurang indah rasanya jika tembok, perabotan rumah, atau permainan anak-anak di taman tidak di cat. Warnanya yang beraneka ragam dapat memperindah suatu objek.

Sayangnya, cat ternyata mengandung hal yang berbahaya terutama bagi anak-anak. Bahaya seperti apakah itu?
Hati-hati cat pada anak-anak / Gambar via unsplash.com

Inilah Bahaya Cat Bagi Anak-Anak!

Di dalam cat mengandung timbal, inilah zat yang berbahaya bagi anak-anak. Selain pada cat, timbal di Indonesia juga masih digunakan pada benda lain seperti pipa, daur ulang aki bekas, hingga bensin.

Kajian yang dilakukan oleh Pure Earth/Blacksmith Institute bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BaliFokus dan KPBB, mengukur risiko paparan penggunaan cat bertimbal dan asbes pada perumahan, fasilitas pendidikan, dan taman bermain di Jabodetabek.

Penelitian dilakukan pada 101 rumah dan 20 TK/PAUD. Selain itu juga dilakukan wawancara kuesioner kepada masyarakat untuk mengetahui kondisi dan gambaran kehidupan mereka terkait timbal dari cat rumah.

"Melalui cat inilah timbal mengancam kesehatan anak-anak Indonesia", kata Yuyun Ismawati, Senior Advisor BaliFokus.

Lalu, bagaimana timbal pada cat bisa mengancam anak-anak?

Kandungan timbal Standar Nasional Indonesia (SNI) 8011 tahun 2014 adalah 600 ppm. Pada bangunan TK atau PAUD, banyak sekali menggunakan cat berwarna cerah, baik itu untuk bangku di kelas maupun tempat bermain. Cat yang cerah mengandung timbal dengan kadar lebih dari 90 ppm, sehingga sangat berbahaya bagi anak-anak.

Selain timbal, asbes juga memiliki tingkat bahaya cukup tinggi. Di Indonesia masih sangat banyak penggunaan asbes, padahal secara global asbes sudah tidak boleh digunakan lagi. Penggunaan asbes dapat mengakibatkan kanker, mesothelioma, asbestosis, dan penyakit lainnya. Masyarakat Indonesia juga sudah ada yang terindikasi penyakit yang disebabkan oleh asbes, namun tidak terekspos.

Yang menjadi perhatian lebih adalah timbal pada cat. Jika cat sudah terkelupas akan lebih berbahaya. Jangan sampai tempat pendidikan dan taman bermain yang seharusnya menjadi arena belajar dan bermain yang asyik justru menjadi tempat timbulnya penyakit berbahaya karena timbal. Untuk mengurangi penyebaran timbal, mengepel dengan sering akan membantu mengurangi paparan timbal cat dan debu.

Kembali ke masalah asbes, ternyata di dunia sudah melarang penggunaan asbes sejak 1980, sayangnya Indonesia masih melegalkan asbes. Provinsi dengan penggunaan asbes terbesar adalah Jakarta. Bangunan-bangunan dan fasilitas umum juga banyak yang menggunakan asbes.

Kabar melegakan, Indonesia mulai sadar akan bahaya timbal dan asbes. Rancangan SNI terkait cat Indonesia sudah menargetkan menurunkan kandungan timbal perlahan sampai tahun 2020.

Kementerian Perindustrian menyusun rencana aksi untuk menurunkan kandungan timbal dalam cat. Selain itu, Kemenperin juga akan memberlakukan standar lead free wajib dalam cat.

Jadi, hati-hati dengan cat karena efeknya sangat berbahaya!

close