Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Sunday, November 26, 2017

Hukum Menggunakan Pensil Alis Menurut Islam

Bukan hal yang aneh lagi jika wanita suka berdandan. Jika dulu orang yang berdandan hanya ketika ada acara besar, sekarang ini berdandan sudah menjadi kegiatan sehari-hari, bahkan hanya pergi beberapa saat pun wanita akan berdandan. Terlebih banyaknya video tentang cara merias diri yang banyak beredar.

Rasa kurang percaya diri menghampiri wanita ketika ia keluar rumah tanpa riasan dan tanpa alis di atas matanya. Lalu, bagaimana pandangan Islam mengenai penggunaan pensil alis?
Hukum menggunakan pensil alis dalam Islam / Gambar via unsplash.com

Inilah Hukum Menggunakan Pensil Alis Menurut Islam

"Allah melaknat wanita yang membuat tato dan yang minta dibuatkan (tato), yang mencukur alis dan yang meminta dicukurkan." (HR Muslim)

Dari hadits tersebut, kita ketahui bahwa kita dilarang membuat tato (sulam alis) atau mencukur alis, baik sedikit maupun banyak. Sedangkan penggunaan pensil alis diperbolehkan selama tidak mencukur atau mentato. Sayangnya, sekarang ini banyak wanita yang mencukur alisnya karena dirasa alisnya kurang sesuai, mereka kemudian mencukur lalu menggambarnya lagi.

Mencukur alis merupakan salah satu bentuk tabarruj (berhias yang dilarang). Kegiatan ini banyak dilakukan oleh wanita jahiliyyah zaman dahulu. Dan mencukur alis merupakan bentuk tabarruj jahiliyyah al uula yang dilarang oleh Allah Ta'ala.

Di beberapa bagian tubuh manusia memang sengaja Allah Ta'ala tumbuhkan rambut. Rambut-rambut tersebut ada yang boleh dihilangkan, dicukur, dan ada yang tidak boleh dicukur atau dibiarkan terpelihara, salah satu yang tidak boleh dicukur adalah alis.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam memberikan tuntunan dalam menjaga atau menghilangkan rambut bulunya. Seorang mukmin yang bisa mengikuti tuntunan tersebut dapat dinilai ibadah.

Yang terpenting adalah, jangan sampai mempercantik diri hingga mengubah ciptaan Allah Ta'ala. Allah Ta'ala akan melaknat hamba-Nya yang berbuat seperti demikian. Naudzubillah min dzalik.

Jadi, berhiaslah seperlunya saja ya, jangan berlebihan. Karena kecantikan tak selamanya dinilai dari fisik, melainkan sejatinya dari hati. Wallahu a’lam bish-shawabi

close