Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Saturday, December 9, 2017

Tahan Air Matamu! Inilah Kisah Mengharuskan Gadis Jepang yang Harus Hidup Mandiri sejak Umur 5 Tahun

Apa yang kamu lakukan saat umurmu masih 5 tahun? Tentu kebanyakan adalah bermain. Sekolah pun diisi dengan kegiatan belajar sambil bermain agar tidak mudah bosan.

Anak umur 5 tahun juga belum mengenal tanggung jawab. Melayani dirinya sendiri seperti makan dan mandi sendiri pun belum bisa dilakukan dengan sempurna, masih perlu bantuan orang dewasa. Tapi, berbeda dengan gadis 5 tahun asal Jepang ini. Ia bahkan menguasai beberapa tugas rumah tangga! Beginilah kisah hidupnya hingga ia harus mengurus rumah tangganya sendiri.
Hana ketika memasak / Gambar via japanbullet.com

Kisah Mengharuskan Gadis Kecil Asal Jepang ini Membuat Air Mata tak Terbendung!

Gadis ini bernama Hana Yasutake. Sejak umur 5 tahun, putri semata wayang dari pasangan Shigo Yasutake dan Chie ini sudah menguasai kegiatan rumah seperti memasak dan membereskan rumah.

Chie menderita kanker dan sudah terdeteksi sebelum menikah. Namun, Shigo bersikeras untuk tetap menikah dengan Chie. Ia ingin menemani Chie di saat senang maupun susah. Akhirnya, mereka berdua menikah di tahun 2000.

Tiga tahun kemudian, Chie dinyatakan hamil. Kabar itu tentu sangat menggembirakan bagi pasangan ini. Terlebih, dokter juga menyatakan bahwa kanker yang diidap Chie sudah sembuh, namun kanker dapat datang kembali kapan saja.

Di tahun 2003, Hana lahir. Semua tampak normal dan baik-baik saja. Sayangnya, ketika usia Hana menginjak sembilan bulan, kanker yang diidap Chie datang kembali. Chie memutar otak bagaimana caranya agar Hana dapat mandiri meski tanpa dirinya.

Di umur Hana yang baru 4 tahun, ia sudah dilatih untuk memotong sayur dengan pisau hingga memasak sup miso. Chie juga membekali Hana cara-cara mengurus rumah tangga, seperti mencuci baju dan merapikan rumah. Karena keuletan Chie dalam mendidik Hana, akhirnya Hana kecil sudah dapat menguasai beberapa masakan seperti sup miso, nasi merah, dan natto.

Pengalaman Chie mengajari Hana dituangkan dalam tulisan. Ia menuliskannya di blog pribadinya. Hingga di tahun 2008, Chie menulis tulisan terakhirnya sebelum meninggal dunia, "Aku ingin supaya anakku bisa melakukan banyak hal sendirian, karena aku akan tetap mati walau aku terkena kanker atau tidak."

Kemudian, pada 11 Juli 2008 Chie menghembuskan nafas terakhirnya di usia 33 tahun. Tentu saja Shigo dan Hana sangat terpukul. Namun, Shigo salut kepada Hana yang begitu tegar dan mandiri, tidak pernah menyusahkan orang lain.

Empat tahun setelah kepergian Chie, tepatnya di tahun 2012 Shigo dan Hana mengumpulkan tulisan Chie di blog dan membuatnya menjadi sebuah buku dengan judul "Hana Chan No Miso Shiru". Tulisan di buku ini kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama pada tahun 2015 dan meraih box office di Jepang.

Yang lebih mengharuskan lagi, ketika diwawancara di salah satu stasiun TV Jepang, Hana mengatakan, "Aku ingin memberitahu ibu bahwa sekarang aku bisa membuat bento lengkap seorang diri, bahkan saat ini aku sudah tidak menangis lagi."

Sungguh mengharukan kisah hidup Hana dan keluarganya ini. Dapat menjadi pelajaran berharga bahwa tidak perlu menunggu umur untuk anak belajar mandiri. Jika dididik dengan benar, anak akan tumbuh menjadi manusia yang baik.

close