Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Monday, January 8, 2018

Sampah Popok Bayi di Sungai, Antara Mitos dan Kesadaran Lingkungan

Membuang sampah adalah salah satu hal mudah dan sebenarnya sepele, namun kenyataannya, hal ini malah menjadi suatu hal yang sulit dilakukan, bahkan sangat sulit bagi sebagaian orang. Terbukti masih banyak sampah yang dibuang tidak pada tempatnya, seperti yang baru-baru ini menjadi sorotan adalah sampah popok bayi yang dibuang sembarangan di sungai.

Saking daruratnya masalah pembuangan popok bayi sembarangan di sungai, membuat beberapa pemerintah daerah di Indonesia mengeluarkan aturan yang khusus mengatur tindakan tersebut. Salah satunya adalah Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. 

Bayi mengenakan popok / gambar via huggies.com
Orang nomor 1 di Propinsi Jawa Timur yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengeluarkan imbauan kepada warga untuk tidak membuang sampah rumah tangga dan popok bayi di sungai atau sumber aliran air.

Imbauan tersebut disampaikan Pakde Karwo melalui surat edaran yang ditujukan kepada Bupati dan Walikota se-Jawa Timur. Imbauan yang tertuang dalam surat bernomor 660/19700/111.3/2017 itu memuat 9 poin.

Tujuannya sudah pasti jelas, untuk membiasakan masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, lingkungan terlihat bersih, rapi, nyaman, sehingga kesehatan masyarakat pun akan lebih terjaga.

Selain membuat lingkungan bersih serta nyaman, di dalam ajaran agama pun ada perintah untuk selalu menjaga kebersihan. Sebab kebersihan merupakan sebagian dari iman. Jadi, orang yang tidak menjaga kebersihan, bisa dikatakan telah mengabaikan sebagian imannya. Inilah sedikit penjelasan mengapa menjaga kebersihan dikatakan sebagian dari iman.

Kenapa popok bayi begitu menjadi sorotan?

Berdasarkan temuan aktivis lingkungan di Kabupaten Pasuruan-Jawa Timur, 60% sampah yang mencemari sungai berasal dari popok bayi. Sisanya berupa sampah plastik, sampah organik, pembalut wanita, dan popok manula.

Lebih mirisnya, masyarakat yang membuang sampah popok bayi tidak melakukan pembersihan terhadap kotoran yang menempel pada popok. Padahal hal ini seharusnya dipisah. Kotoran bayi yang menempel, dibuang ke septictank. Sehingga popok yang dibuang bersih dari kotoran yang bisa mengundang bakteri e-coli penyebab diare, sakit perut, hingga demam.

Selain kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan, maraknya pembuangan sampah popok bayi di sungai juga terkait mitos dari nenek moyang bahwa segala hal yang menyangkut dengan bayi, tak boleh dibuang sembarangan. Salah satunya adalah, larangan membakar sampah bayi, karena akan membuat kulit bayi menjadi gatal-gatal.

Selain imbauan yang dikeluarkan pemerintah, untuk mengatasi masalah sampah yang mencemari lingkungan, terutama sampah popok bayi tersebut, para aktivis lingkungan telah melakukan serangkaian aksi damai demi menyadarkan masyarakat betapa pentingnya menjaga kesehatan lingkungan.

close