Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Friday, February 16, 2018

Inilah Empat Kuliner Unik Dari Yogyakarta

Yogyakarta atau Jogja benar-benar merupakan kota yang istimewa. Selain terkenal sebagai kota pelajar dan tempat wisatanya yang begitu banyak serta menarik, Jogja juga terkenal akan kulinernya yang unik dan spesial.

Bicara tentang kuliner Jogja, gudeg pastinya sudah terbayang dipikiran para pembaca. Salah satu makanan khas Jogja dengan bahan utama nangka muda tersebut memang tak bisa dipisahkan dari Jogja. Namun ada beberapa kuliner yang lebih unik lagi, malah bisa dibilang nyeleneh dari Jogja. Apa saja kah itu?

4 Kuliner unik dari Jogja

1. Ulat daun jati

Sebagian besar orang yang melihat ulat akan merasa geli. Namun tidak bagi warga Gunungkidul, Yogyakarta. Ulat daun jati menjadi santapan lezat di sana. Di musim hujan seperti ini, merupakan waktu yang tepat untuk berbulu ulat daun jati dan ungkrung (kepompong berwarna kecoklatan).
Ulat daun jati / gambar via rumahsyo.com
Sebelum disantap, ulat dan ungkrung akan direbus terlebih dulu dalam air mendidih. Jika takut alergi, bisa ditambahkan arang dalam air rebusan tersebut. Arang dipercaya mampu mengurangi kadar racun dari ulat.

Setelahnya, ulat dan ungkrung bisa dioalah lebih lanjut, salah satunya adalah dibacem. Kuliner ini cocok disantap dengan nasi hangat. Bahkan ada yang mengatakan, lebih nikmat lagi jika disantap dengan tiwul. Mengenai kandungan gizinya, ulat dan ungkrung memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.

Belalang goreng

Belalang atau walang ternyata juga menjadi salah satu kuliner unik yang khas dari Gunungkidul. Meski belalang terkenal sebagai hama bagi tanaman para petani, namun hewan ini ternyata bisa digoreng dan selanjutnya kita santap.
Belalang goreng / gambar via Tokopedia Camilan Khas Nusantara
Seperti ulat daun jati di atas, belalang juga mengandung banyak protein. Belalang goreng ini rasanya gurih dan renyah seperti udang goreng. Namun belalang goreng ini kurang cocok untuk kamu yang memiliki alergi terhadap protein tinggi, karena bisa menyebabkan gatal-gatal.
 

Kopi jos

Kadang ada yang menulisnya dengan Kopi Joss. Sebenarnya ini sama saja dengan kopi hitam biasa. Namun yang membuatnya unik adalah adanya bara arang panas yang dimasukkan ke dalam kopi tersebut.
Kopi jos / gambar via liputan6.com
Efek dari masukan bara arang ini akan menimbulkan suara josss. Nah, dari situlah istilah kopi jos muncul. Arang yang digunakan untuk kopi jos merupakan arang khusus yang bersih dan hanya digunakan sekali pakai.

Keistimewaan kopi jos ini adalah aroma dan cita rasa yang ditimbulkan dari pencelupan bara arang ke dalam kopi. Jika ingin menikmati kopi jos, kamu harus menunggu malam tiba. Karena kopi jos ini banyak ditemui di angkringan-angkringan kota Jogja.
 

Gathot

Satu lagi makanan unik dari Jogja adalah Gathot. Kuliner khas ini juga berasal dari Gunungkidul, Yogyakarta. Gathot merupakan makanan berbahan dasar ketela yang difermentasikan sehingga warnanya menjadi kehitaman.
Gathot dan tiwul / gambar via umkmjogja.com
Awalnya gathot muncul sebagai makanan pengganti nasi, karena kondisi geografis Gunungkidul yang sulit untuk menanam padi. Seiring berjalannya waktu, gathot justru semakin terkenal meluas di luar Gunungkidul.

close