Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Wednesday, May 30, 2018

Stop! Jangan Lakukan Perkara Penggugur Amalan ini!

Manusia diciptakan oleh Allah Ta'ala supaya beribadah kepada-Nya. Oleh karena itu, manusia harus memperbanyak amalan-amalan agar lebih dekat kepada-Nya. Bahkan, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menganjurkan manusia untuk melakukan amalan dengan pahala yang berlipat.

Namun, ada hal-hal yang menjadi penggugur amalan yang telah kita lakukan. Kita harus menghindari dan tidak melakukan perkara tersebut agar amalan yang kita lakukan tidak sia-sia. Apa saja itu?
Ilustrasi / Gambar via english.alarabiya.net

Inilah Perkara Penggugur Amalan yang Sebaiknya jangan Dilakukan:

1. Mengganggu Hak Orang Lain

Ketika seorang muslim mengganggu hak orang lain, maka kebaikan itu akan diberikan kepada orang yang diganggu. Pada Hari Kiamat nanti, ia akan dibangkitkan dalam keadaan bangkrut dari kebaikan.

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Tahukah kamu siapakah orang bangkrut itu?" Para Sahabat Radhiyallahu 'anhum menjawab, "Orang bankrut menurut kami adalah orang yang tidak punya uang dan barang." Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Sesungguhnya orang bangkrut di kalangan umatku yaitu orang yang datang pada Hari Kiamat dengan membawa pahala sholat, puasa, dan zakat. Tetapi dia mencaci orang ini, menuduh orang ini, makan harta orang ini, menumpahkan darah orang ini, dan memukul orang ini. Maka orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya, dan orang ini diberi sebagian kebaikan-kebaikannya. Jika kebaikan-kebaikannya telah habis sebelum diselesaikan kewajibannya, kesalahan-kesalahan mereka diambil lalu ditimpakan padanya, kemudian dia dilemparkan di dalam neraka." (HR. Muslim =, no. 2581)

2. Dosa dan Maksiat

Jauhilah dosa dan maksiat dalam bentuk apapun. Agar amalan yang telah kita kumpulkan tidak sia-sia.

Dari sauban, dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, bahwa beliau bersabda, "Aku benar-benar mengetahui rombongan-rombongan orang dari umatku, mereka akan datang pada Hari Kiamat dengan membawa kebaikan-kebaikan sebesar gunung Tihamah yang berwarna putih, akan tetapi Allah Ta'ala akan menjadikannya sebagai debu yang berhamburan." Tsauban Radhiyallahu 'anhu berkata, "Wahai Rasulullah! Terangkan sifat mereka kepada kami! Terangkan keadaan mereka kepada kami, agar kami tidak termasuk golongan mereka padahal kami tidak mengetahui!" Beliau Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Sesungguhnya mereka itu adalah saudara-saudara kamu, dan dari kulit kamu, mereka mengisi sebagian malam sebagaimana kamu mengisi, namun mereka adalah rombongan-rombongan orang yang jika menyendiri, mereka melanggar perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah." (HR. Ibnu Majah, no. 4245; dishahihkan oleh syaikh Al Albani; syaikh Salin Al Hilali dan lainnya).

3. Keburukan yang Dosanya Terus Berjalan

Jika ada pahala yang terus mengalir, dosa pun ada yang terus mengalir. Seperti halnya menyebar bid'ah, menyebarkan fatwa tanpa berlandaskan ilmu, melakukan hal buruk yang kemudian diikuti oleh orang lain. Dosa ini akan terus mengalir selama orang lain masih mengikuti.

4. Berbangga Diri dan Terperdaya dengan Amal Sholeh

Orang yang suka membanggakan diri dengan amalan sholehnya akan membatalkan pahala yang telah ia dapatkan. Ia menyangka dapat masuk surga hanya karena amalannya. Padahal, ia dapat melaksanakan amal sholeh itu karena karunia Allah Ta'ala. Hanya Allah Ta'ala lah yang tahu apakah amalan yang telah dilakukan diterima atau tidak.
Sebagai umat muslim, hendaknya kita jauhi dan jangan melakuan perkara penggugur amalan ini, agar pahala yang telah kita miliki tidak sia-sia.

close