Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Monday, July 16, 2018

Inilah Pandangan Islam tentang Selingkuh, Mengapa Hidup Mereka tidak Bahagia?

Seringkali kita mendengar cerita mengenai perselingkuhan, bahkan di TV banyak sekali kisah-kisah tentang hal tersebut. Sebuah rumah tangga yang awalnya harmonis, menjadi hancur karena gangguan dari orang ketiga.

Mengerikan memang ketika melihat hal seperti itu. Dan mengapa, ketika seorang berselingkuh hidupnya tidak bahagia? Padahal mereka mencari pasangan selingkuh yang dinilai lebih baik dari suami atau istrinya?
Jauhi perselingkuhan

Inilah Pandangan Islam tentang Selingkuh, Mengapa Hidup Mereka tidak Bahagia?

Pada dasarnya, manusia diberikan hati yang fitrah, hati yang suci. Ketika berbuat dosa, ia akan merasa resah. Ketika berbuat maksiat, ia merasa bersalah. Ia sadar bahwa dosa dan maksiat adalah aib yang harus ditutup.

Selingkuh, baik yang hanya sekedar menyukai, hingga selingkuh zina, merupakan dosa yang sangat besar. Hal ini dikarenakan selingkuh merupakan bentuk penghianatan suami/istri dan melanggar larangan Allah Ta'ala untuk menjauhi zina. Maka balasannya pun akan disegerakan.

Dalam Hadits Riwayat Hakim; shahih, disebutkan "Dua perkara yang disegerakan balasannya di dunia: perbuatan keji dan durhaka."

Balasan di dunia bermacam-macam, yang paling sering adalah dicabutnya kekhusyu'an ketika beribadah dan dihilangkannya kedamaian jiwa. Inilah yang menyebabkan orang yang berselingkuh tidak bahagia hidupnya.

Ini baru balasan di dunia, dan tentu saja balasan di akhirat begitu pedih.

Oleh karena itu, jauhilah perselingkuhan. Setialah pada suami/istri masing-masing, banyak manfaatnya dari kita menjaga pernikahan. Manfaat kesehatan serta manfaat pahala yang didapatkan.

close