Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Friday, August 3, 2018

Cara Bijak untuk Hidup di Dunia dan tetap Mengutamakan Akhirat

Banyak sekali tausiyah-tausiyah yang menganjurkan kita untuk selalu mengutamakan akhirat. Bahkan di ayat-ayat Al Qur'an juga menekankan bahwa kehidupan di akhirat adalah abadi, sehingga manusia harus berbuat kebaikan untuk persiapan kehidupan di akhirat.

Meski begitu, kita juga tidak bisa meninggalkan dunia begitu saja sebelum meninggal. Lalu, bagaimana sikap kita seharusnya?
Kehidupan dunia

Inilah Cara Bijak untuk Hidup di Dunia dan tetap Mengutamakan Akhirat

Allah Ta'ala berfirman dalam Al Qur'an surat Al Ankabut ayat 64, "Dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui."

Berdasarkan ayat ini, diceritakan bahwa ketika orang-orang sudah mencapai akhirat. Kemudian mereka melihat kenyataan yang ada di akhirat, mereka akan menjerit penuh sesal.

Allah Ta'ala berfirman, "Dia berkata, "Alangkah baiknya sekiranya dahulu aku mengerjakan (kebajikan) untuk hidupku ini." (QS Al Fajr:24)

Hal ini mengingatkan kita bahwa hidup sebenarnya adalah di akhirat, bukanlah di dunia. Perbedaannya dapat kita asumsikan dalam percobaan cermin. Ketika kita berdiri di depan cermin, ada dua diri kita, yang satu diri kita sesungguhnya dan yang satu adalah diri kita dalam pantulan cermin.

Kurang lebih seperti itulah kehidupan di dunia dan akhirat. Kita yang ada di depan cermin adalah kehidupan di akhirat sementara kita yang berada di dalam pantulan cermin adalah kehidupan di dunia.

Oleh karena itu, jangan sampai kita menyia-nyiakan kehidupan di dunia ini. Pergunakanlah kehidupan di dunia ini dengan banyak berbuat kebajikan, taat kepada Allah Ta'ala, dan segala hal baik yang kita lakukan.

Jadikanlah kenikmatan dunia yang telah Allah Ta'ala berikan ini sebagai anugerah, yang dapat membawa kita pada kebaikan di kehidupan yang akan datang.

close