Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Monday, August 6, 2018

Inilah Akibat Kita sering Menghitung Nikmat yang Diperoleh Orang lain

Setiap manusia memiliki takdir hidupnya sendiri-sendiri. Ada yang ditakdirkan sukses, ada yang ditakdirkan kaya, ada yang ditakdirkan bahagia, ada yang ditakdirkan sedih.

Sayangnya, manusia seringkali melihat ke atasnya, melihat nikmat yang diperoleh orang lain. Ungkapan yang melekat adalah "rumput tetangga lebih subur dari rumput sendiri". Padahal, akibat yang buruk apabila kita terus menghitung nikmat milik orang lain.
ilustrasi bahagia

Inilah Akibat Kita sering Menghitung Nikmat yang Diperoleh Orang lain

Iri timbul ketika kita sibuk menghitung nikmat orang lain. Merasa hidup tidak adil, merasa apa yang diterima orang lain lebih baik dan lebih banyak daripada yang ia miliki.

Padahal, Allah Ta'ala telah memberikan sesuai dengan takarannya. Sesuai dengan kemampuan menerima orang tersebut. Kamu hanya boleh mengingat nikmat dari Allah Ta'ala, tapi nikmat yang diberikan kepadamu, bukan nikmat orang lain.

Allah Ta'ala berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah nikmat Allah (yang diberikan) kepadamu, ketika suatu kaum bermaksud hendak menyerangmu dengan tangannya, lalu Allah menahan tangan mereka dari kamu." (QS Al Ma'idah:11)

Ingatlah betapa banyaknya Allah Ta'ala memberikan nikmat kepada kita. Nikmat untuk masih dapat hidup, nikmat bernafas, nikmat melihat, nikmat dapat bangun kembali setelah tidur, nikmat dapat beribadah, nikmat masih memiliki tempat berteduh, dan banyak nikmat lainnya.

Nikmat tidak selalu digambarkan dengan materi, kebahagiaan di dalam hati pun menjadi nikmat yang sangat indah. Contoh kecil saja ketika kita sedang flu, Allah Ta'ala mencabut sementara nikmat bernafas yang mana hidung kita jadi tersumbat. Kita sadar bahwa bernafas itu suatu kenikmatan.

Jika masih sulit untuk mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah Ta'ala, cobalah datang ke rumah sakit, maka kamu akan bersyukur akan nikmat sehat dari Allah Ta'ala. Datanglah ke pemakaman dan kamu akan mengerti nikmat sehat. Atau datanglah ke penjara agar kamu mengerti nikmat bebas.

Orang bijak berkata, "Jika kamu masih memiliki tempat untuk beribadah, memiliki keluarga dan teman yang peduli, maka kamu kaya raya."

Bahagia itu sederhana, dengan kita selalu bersyukur atas nikmat yang Allah Ta'ala berikan, maka kita akan selalu bahagia karena-Nya.

close