Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Tuesday, August 7, 2018

Inilah Hukum bagi Orang yang selalu Menilai Ibadah Orang Lain

Semua umat Islam wajib sholat, sebagai bentuk beribadah pada Allah Ta'ala. Dengan beribadah, hubungan kita dengan Allah Ta'ala akan semakin dekat dan semakin baik.

Setiap orang yang beribadah, tentu melakukan ibadah sebaik mungkin. Dengan ibadah yang baik, pasti akan mendapatkan pahala dari Allah Ta'ala. Baik tidaknya suatu ibadah hanya Allah Ta'ala yang tau. Lalu, bagaimana hukumnya seseorang yang selalu menilai ibadah orang lain?
Kita tidak boleh menilai ibadah orang lain

Inilah Hukum bagi Orang yang selalu Menilai Ibadah Orang Lain

Hanya Allah Ta'ala yang tau kualitas ibadah umat-Nya. Kita tidak boleh menilai orang lain hanya dari luar saja. Hal ini bisa menimbulkan fitnah, dan fitnah amatlah kejam.

Kita tidak bisa langsung menilai keseluruhan seseorang dari satu hal saja. Misalnya ketika ia berbuat baik, ia pasti baik di segala perbuatan, padahal kita tidak tahu di dalam hatinya seperti apa. Begitu pula orang yang berbuat buruk, tidak selamanya akan buruk karena kita tidak tahu hatinya seperti apa.

Kita juga tidak bisa menilai, misalnya seseorang baik dalam ibadahnya. Tapi kita berprasangka buruk bahwa ia melakukan ibadah karena ria, karena sombong. Inilah fitnah dan fitnah berujung pada dosa.

Umar bin Al Khaththab Radhiallohu 'Anh berkata: "Sesungguhnya orang-orang telah mengambil wahyu (sebagai pedoman) pada masa hidup Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan hari ini wahyu sudah terputus.

Dan hari ini kita menilai kalian berdasarkan amal-amal yang nampak (zhahir). Maka siapa yang secara zhahir menampakkan perbuatan baik kepada kita, kita percaya kepadanya dan kita dekat dengannya dan bukan urusan kita apa yang tersembunyi darinya karena hal itu sesuatu yang menjadi urusan Allah Ta'ala dan Dia yang akan menghitungnya.

Dan siapa yang menampakkan perbuatan yang jelek kepada kita, maka kita tidak percaya kepadanya dan tidak membenarkannya sekalipun dibalik itu ada yang mengatakan baik." (HR Al Bukhari) 

Berdasarkan hadits ini, jelas bahwa kita tidak memiliki hak untuk menilai ibadah orang lain. Dan tidak pula dapat menilai keseluruhannya.

Biarlah Allah Ta'ala yang menilai bagaimana ibadah yang kita lakukan, besarnya pahala yang kita terima. Yang terpenting bagi kita adalah, lakukan ibadah dengan ikhlas, hanya kepada Allah Ta'ala dan mengharap ridho-Nya.

close