Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Monday, August 20, 2018

Khatam Al Qur'an dalam Sehari tidak baik? Benarkah?

Membaca Al Qur'an adalah salah satu ibadah umat muslim. Dengan demikian, tidak ada salahnya membaca Al Qur'an dilakukan sebanyak mungkin dan sesering mungkin. Terlebih, membaca Al Qur'an dapat dilakukan di mana saja, tentunya di tempat yang bersih dan tubuh dalam keadaan suci, baik dari hadas besar dan hadas kecil.

Dengan seringnya membaca Al Qur'an, tentu akan membuat kita semakin cepat khatam Al Qur'an. Lalu, jika kita dapat khatam Al Qur'an dengan cepat, apakah itu baik?
Membaca Al Qur'an

Khatam Al Qur'an dalam Sehari tidak baik, Benarkah?

Allah Ta'ala berfirman dalam Al Qur'an surat Ali Imran ayat 113, "Mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sholat)."

Diriwayatkan, orang-orang salaf memiliki kebiasaan mengkhatamkan Al Qur'an hingga delapan kali dalam semalam. Empat kali di siang hari dan empat kali di malam hari. Lalu, bagaimana dengan kehidupannya? Bukankah manusia butuh makan, minum, tidur, buang hajat, dan kegiatan lainnya?

As Suyuthy menyebutkan bahwa riwayat orang yang mengkhatamkan empat kali dalam semalam, ada yang tiga kali, ada yang dua kali, dan ada yang sekali dalam semalam. Dia menyebutkan bahwa Aisyah justru mencela perbuatan tersebut.

Menurut Aisyah, orang yang membaca Al Qur'an hingga dapat khatam dua atau tiga kali, sama seperti orang yang membaca Al Qur'an tapi sebenarnya tidak membaca. Aisyah pernah sholat semalam suntuk dengan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam.

Dalam sholat tersebut, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam membaca surat Al Baqarah, Ali Imran, dan An Nisa'. Beliau juga tidak melewati ayat yang berisi kabar gembira, melainkan berdo'a dan menginginkannya.

Beliau juga tidak melewati ayat yang mengandung ketakutan, melainkan beliau berdo'a memohon perlindungan kepada Allah Ta'ala.

Ada pendapat ulama yang memakruhkan pengkhataman lebih cepat ini. Dalam riwayat Abu Daud dan At Tirmidzi, dishahihkan, dari hadits Abdullah bin Amr secara marfu', "Orang yang membaca (mengkhatamkan) Al Qur'an lebih pendek dari tiga hari, maka dia tidak akan paham."

Orang yang mengkhatamkan Al Qur'an selama empat hari, lima hari, atau tujuh hari, inilah yang sedang dan paling baik. Para sahabat pun banyak yang mengkhatamkan Al Qur'an dengan durasi seperti itu.

Pilihan untuk mengkhatamkan Al Qur'an sebenarnya tergantung pada setiap individu. Yang terpenting, kita banyak membaca Al Qur'an dan paham arti yang terkandung di dalam Al Qur'an. Sehingga, ketika kita membaca juga mengetahui artinya, tidak hanya asal baca cepat tanpa mengetahui arti dan maknanya.

Wallahu a'lam.

close