Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Wednesday, August 8, 2018

Mengapa Manusia Takut Mati dalam Pandangan Islam

Setiap makhluk hidup, pasti nantinya akan mati. Seperti halnya dengan manusia, yang suatu saat tanpa diketahui waktunya, akan mati. Kehidupan dunia memang sementara, hidup kita hanya sekali yang nantinya kita akan kembali kepada-Nya.

Meskipun sudah menyadari bahwa suatu saat manusia akan mati, namun masih banyak yang takut akan mati. Mengapa manusia takut mati?
Mengapa manusia takut mati?

Mengapa Manusia Takut Mati dalam Pandangan Islam

Abu Dzar Al Ghifari adalah sahabat nabi. Suatu hari, datang seorang lelaki kepadanya dan bertanya, "Wahai Abu Dzar, kenapa kami takut mati?"

Kemudian Abu Dzar menjawab, "Karena kalian memakmurkan (bangunan) di dunia dan meruntuhkan (bangunan) kalian di akhirat. Bagaimana kalian akan senang untuk berpindah dari (bangunan) yang makmur menuju (bangunan) yang runtuh?"

Laki-laki tersebut menjawab, "Bagaimana pandanganmu tentang pertemuan kita dengan Allah?"

Abu Dzar menjawab, "Adapun seorang yang berbuat baik maka ia seperti orang hilang yang kembali kepada keluarganya. Sementara orang yang berbuat buruk maka ia seperti budak yang kabur kemudian dikembalikan kepada majikannya."

"Lalu, bagaimana pendapatmu tenang nasib kita di sisi Allah Ta'ala?"

"Periksalah amal-amal kalian," jawab Abu Dzar.

Allah Ta'ala berfirman dalam Al Qur'an surat Al Infithar ayat 13-14, "Sesungguhnya orang-orang yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan, dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka benar-benar berada dalam neraka."

Seolah tidak puas, kemudian laki-laki itu bertanya lagi, "Lalu dimana rahmat Allah?"

Abu Dzar menjawab dengan satu ayat di dalam Al Qur'an, "Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan." (QS Al A'raf:56)

Lihat diri kita, apakah kita termasuk orang yang takut mati? Mengapa demikian?

Mungkin kita masih terlalu memikirkan dunia hingga lupa akan akhirat. Ingat, akhirat adalah tempat terakhir kita, rumah terakhir kita. Tentu kita menginginkan rumah yang baik.

Untuk mendapatkan tempat yang baik di akhirat, jalannya adalah berbuat kebaikan dan taat kepada Allah Ta'ala di dunia. Kita harus mendahulukan urusan akhirat, tapi juga tidak melupakan kehidupan di dunia. Karena kehidupan di dunia adalah jalan supaya kita bisa menuju kehidupan akhirat.

Semoga, kita menjadi golongan orang-orang yang merindukan akhirat sama seperti seseorang yang telah lama tidak berjumpa dengan keluarganya, kemudian berjumpa kembali.

close