Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Friday, September 21, 2018

Bikin Haru, Inilah Kisah Perjalanan Suami Istri dari Malang untuk Umroh ke Tanah Suci, Penuh Pelajaran dan Hikmah!

Rukun Islam yang ke lima adalah menunaikan ibadah haji, namun demikian bisa dilakukan dengan ibadah umroh, dengan waktu yang bebas. Ini merupakan dambaan seluruh umat Islam untuk dapat menunaikan rukun Islam ya ke lima di Tanah Suci Mekkah.

Berbagai cara dilakukan, tergantung pada waktu dan kondisi keuangan masing-masing. Ada yang menggunakan biro perjalanan haji dan umroh, ada juga yang pergi umroh tanpa didampingi biro perjalanan, alias pribadi. Seperti yang dilakukan pasangan suami istri asal Malang ini, namun uniknya mereka mengendarai sepeda hingga sampai ke Tanah Mekkah. Seperti apa kisahnya?
Hakam Mabruri dan Rofingatul Islamiah / Gambar via malang.merdeka.com

Bikin Haru, Inilah Kisah Perjalanan Suami Istri dari Malang untuk Umroh ke Tanah Suci, Penuh Pelajaran dan Hikmah!

Mereka adalah Hakam Mabruri dan Rofingatul Islamiah, pasangan suami istri asal Malang yang membulatkan tekad mengunjungi Tanah Suci untuk beribadah umroh dengan naik sepeda. Sepeda ternyata sudah menjadi bagian hidup Hakam Mabruri. 

Ia memutuskan pergi ke Mekkah bersama sang istri dengan sepeda hasil modifikasinya. Hakam membuat desainnya, kemudian ia menyerahkan pada bengkel untuk membuatnya. Sebuah sepeda tandem dengan dua kemudi, dilengkapi dengan bagian yang digunakan untuk menaruh barang-barang.

Karena mereka akan melakukan perjalanan jauh, pria lulusan ilmu pertanian dan istrinya ini benar-benar melakukan persiapan yang matang. Mulai dari belajar beradaptasi dengan lingkungan sekitar, berlatih membaca navigasi dari Google Maps, belajar memperbaiki sepeda, hingga memasak makanan dalam keadaan darurat.

Perjalanan Hakam dan Rofi dimulai dari Malang menuju ke Jakarta. Dari sini, kemudian menuju Malaysia, Thailand, Myanmar, dan India. Ia memilih rute berputar untuk menghindari konflik di Timur Tengah, sehingga ia menuju Yordania untuk mencapai India. Akhirnya, sampai juga ia di Mesir dan Arab Saudi.

Untuk beristirahat di malam hari, mereka memilih untuk mendirikan tenda. Sementara untuk memasak, mereka menggunakan peralatan masak sederhana dan menggunakan penyaring air untuk minum.

Namun ternyata, perjalanan mereka pun tidak berjalan mulus dan lancar-lancar saja. Saat di India, Hakam dan Rofi sempat ditipu dan kehilangan uang sebesar $1.000. Rofi pun rela kehilangan 5 kg berat badannya karena harus beradaptasi dengan makanan setempat.

Meski demikian, mereka tidak pernah patah semangat. Justru keduanya semakin membulatkan tekad untuk terus mencapai tujuan.

Dan tentunya, dibalik kesulitan selalu ada kemudahan. Tak jarang, Hakam dan Rofi mendapatkan bantuan dari penduduk lokal. Misalnya ketika memeriksa kondisi sepeda, menggant ban atau memperbaiki rantai, ada saja bantuan dari orang lain. Mereka pun pernah merasakan Idul Fitri di India dan Idul Adha di Yamman, Yordania.

Dari perjalanan spiritual ini, mereka dapat mengambil hikmah. Bahwa untuk mewujudkan cita-cita, diperlukan perjuangan dan kerja keras. Tidak hanya itu, mereka juga menganggap bahwa sepeda menjadi lambang harmoni dalam kehidupan pernikahan.

Seperti di dalam Islam, dimana Hakam sebagai suami duduk di depan melambangkan imam untuk membimbing sang istri yang mengayuh di belakang. Navigasi yang melambangkan pasang surut kehidupan juga dapat dilalui.

Keberhasilan mereka mencapai Mekkah tidak hanya sebuah keberhasilan berhasil meraihnya saja, tapi banyak pelajaran hikmah serta kisah yang membuat mereka semakin kuat. Ini akan menjadi kisah yang tidak akan pernah terlupakan dan semoga dapat menjadi penguat dalam hubungan mereka.

close