Kumpulan Berita dan Info Unik Lucu Terbaru

Friday, September 14, 2018

Da'i Harus selalu Memperbarui Ilmunya, jika tidak ini yang Terjadi!

Da'i adalah orang yang tugasnya berceramah, memberikan pelajaran dan pengajaran bagi jamaah. Menjadi seorang da'i layaknya guru, dimana harus lebih paham mengenai persoalan dibandingkan orang lain.

Perkataan da'i pun dipercaya, apalagi oleh orang-orang yang sudah sering dan mengikuti ceramahnya. Namun, apa jadinya jika da'i tidak memperbarui ilmunya?
Banyak membaca buku dapat membuka wawasan

Inilah yang Terjadi jika Da'i tidak Memperbarui Ilmunya

Kita pasti pernah mengalami mendengarkan ceramah pada saat hari-hari besar, misalnya saat Idul Fitri, Idul Adha, Isra' Mi'raj, dan lainnya. Jika kita perhatikan, seringkali da'i yang memberikan ceramah monoton hanya itu-itu saja materinya.

Misalnya Idul Adha tentang kisah Nabi Ibrahim yang menyembelih Ismail, saat Idul Fitri berkisah pada kembalinya hati yang fitri, Isra' Mi'raj tentang perjalanan Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam menerima perintah untuk sholat, hanya itu-itu saja.

Jika da'i hanya memberikan ceramah soal itu, tentu jamaah akan bosan. Pasti sudah banyak jamaah yang hafal dengan kisah tersebut. Akhirnya, jamaah menjadi tidak kondusif karena bosan, berbicara sendiri, atau malah bermain gadget yang mereka bawa.

Inilah akibat dari da'i yang tidak memperbarui ilmunya. Tidak harus sekolah lagi, yang terpenting adalah memperbanyak membaca literatur serta melihat kondisi terkini di masyarakat. Kaitkan dengan tema yang akan dibawakan, hal ini yang akan membuat jamaah menjadi tertarik untuk mengikuti ceramah.

Hal lain yang mungkin menyebabkan da'i tidak memperbarui ilmu adalah karena malas mengaji dari berbagai guru. Ingat pepatah bahwa di atas langit masih ada langit. Artinya, sepandai-pandainya da'i tersebut, sebanyak apapun gelar yang disandang, tentu masih ada orang lain yang lebih hebat lagi.

Sebaiknya, setiap da'i juga memiliki guru lain sebagai jalan untuk belajar. Hal ini akan membuat da'i memiliki cara pandang terhadap sebuah persoalan.

Dan selanjutnya yang menyebabkan ceramah da'i monoton adalah jarang melakukan muhasabah atas keyakinan yang selama ini ia anut. Hal tersebut menjadikan da'i kurang wawasan, bahkan lebih mengerikan jika ia menganggap orang yang tidak sama pandangan dengannya adalah golongan menyimpan.

Berbeda jika da'i lebih terbuka, memiliki banyak bahan bacaan atau literatur, serta sering berkonsultasi dan berdiskusi dengan para ulama atau orang hebat lainnya. Pikiran dan wawasannya akan terbuka sehingga ilmunya terus berkembang.

Oleh karena itu, banyaklah membaca dan berdiskusi. Jika dirasa bertentangan dengan apa yang dianut, carilah referensi lain. Buka pikiran dan wawasan sehingga dapat menerima perbedaan.

close